Home » Ekonomi » Ratusan Kontraktor Asing Hadir di Indonesia

Ratusan Kontraktor Asing Hadir di Indonesia

Indonesia potensial di bidang ekonomi, terutama di jasa konstruksi. (ISTIMEWA)

Indonesia potensial di bidang ekonomi, terutama di jasa konstruksi. (ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Anggapan bahwa Indonesia merupakan pasar ekonomi yang potensial memang benar adanya. Pernyataan itu tampak dari sektor jasa konstruksi. Buktinya, dalam lima tahun terakhir, ratusan kontraktor asing melakuan sejumlah pengerjaan proyek jasa konstruksi.

“Jumlahnya, sekitar 280 kontraktor. Mereka asal berbagai negara. Antara lain, Korea, Jepang, dan Cina,” ujar Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI), Ahmad Hanafiah, pada pertemuan Badan Pengurus Cabang GAPENSI Kota Bandung di Hotel Horison, Kamis (19/12).

Abo, sapaan akrabnya, meneruskan, meski begitu, para pelaku jasa konstruksi tidak mengkhawatirkan adanya ekspansi kontraktor-kontraktor asing tersebut. Termasuk, adanya kabar para pekerja jasa konstruksi asal negara-negara ASEAN ketika ajang Masyarakat Ekonomi ASEAN bergulir 2015 mendatang, seperti dari Filipina, Brunei, Singapura, dan Malaysia.

Menurutnya, sejauh ini, proyek-proyek konstruksi, kalaupun, pengerjaannya oleh kontraktor asing, pihaknya belum mendapat informasi adanya keterlibatan kontraktor asal Filipina, Singapura, Malaysia, dan Brunei. “Kontraktor asing ada. Tapi, mereka asal Jepang, Korea, dan Cina, termasuk beberapa asal Amerika,” terangnya.

Namun, kata dia, tetap saja, perlu berbagai pembenahan dan persiapan menjelang AEC 2015. Misalnya, menyusun aturan main dan petunjuk teknis serta pelaksanaan agar segalanya berlangsung lancar. Memang, ungkapnya, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah yang menyatakan bahwa pelaku jasa konstruksi skala kecil harus turut serta dalam pengerjaan sebuah proyek jasa konstruksi, sebesar 10%. “Tapi, sampai sekarang belum ada peraturan, juga petunjuk teknis dan pelaksanaannya,” tandas Abo.

Ketua BPC GAPENSI Kota Bandung, Deden Y. Hidayat, tidak berkomentar banyak tentang kemungkinan yang terjadi saat AEC 2015 bergulir. Kendati begitu, Deden menyoroti satu permasalahan yang dianggapnya penting. “Saya kira yang sebaiknya segera dilakukan pemerintah adalah membuat payung hukum. Soalnya, para pekerja konstruksi asing tentunya, memiliki peraturan main yang mungkin saja tidak sama dengan di Indonesia. Ini supaya segalanya berlangsung lancar,” imbuh Deden. (VIL)

Komentar

komentar