Home » Ekonomi » Dorong Kredit, NISP Manfaatkan Right Issues

Dorong Kredit, NISP Manfaatkan Right Issues

NISP2JABARTODAY.COM – BANDUNG

Berbagai cara dan strategi digunakan sejumlah perusahaan untuk menopang kinerja bisnisnya. Satu diantaranya, melalui right issues. Langkah itu pun dilakukan Bank OCBC NISP.

Beberapa waktu lalu, lembaga perbankan yang berdiri di Jabar pada dekade 1940-an tersebut melakukan right issues. Hasilnya, Bank OCBC NISP sukses mendapat suntikan dana pengelolaan. “Nilainya, Rp 3,5 triliun,” ujar Direktur Bank OCBC NISP, Rama Pranata Kusumaputra, di Jalan Martadinata Bandung, Kamis (5/12).

Rama menjelaskan, hasil yang diraih lembaga perbankan swasta tersebut adalah untuk menopang kinerja perseroan. Ditegaskan, dana hasil right issues senilai Rp 3,5 triliun itu peruntukannya untuk mendongkrak kinerja penyaluran kredit. “Sumber dana untuk peningkatan penyaluran kredit, selain dana pihak ketiga (DPK), dalam hal ini, deposito, juga hasil right issues sejumlah Rp 3,5 triliun,” ucapnya.

Dikatakan, pihaknya memang bertekad untuk tetap menaikkan kinerja kreditnya pada tahun-tahun mendatang. Memang, aku dia, Bank Indonesia menyarankan lembaga-lembaga perbankan untuk tidak terlalu agresif dalam menyalurkan kreditnya. Otoritas perbankan nasional itu, terangnya, menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun depan sekitar 15-17%. “Kami pun memproyeksikan pertumbuhan yang sama dengan BI pada tahun depan,” tuturnya.

Berkenaan dengan kinerja kredit, Rama mengutarakan, sejauh ini, dominasinya dalam bentuk mata uang rupiah, yaitu 73%. Sisanya, sambung dia, berupa kurs mata uang asing atau valuta asing, seperti dollar Amerika Serikat, Euro, dan sebagainya.

Dalam hal nilai kredit, Rama menyebutkan, hingga September 2013, pihaknya menyalurkan pembiayaan dan pinjaman bernilai total Rp 61,2 triliun. Sekitar 50%, tukasnya, peruntukannya bagi sektor komersil. “Termasuk bagi para pelaku sektor UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), yaitu sebesar 17 persen,” tambah Rama.

Sebesar 21%, lanjut Rama, pihaknya menyalurkan kredit bagi sektor konsumer. Sisanya, kata dia, yaitu sekitar 19%, adalah berupa kredit korporasi.

Rama meneruskan, pada masa mendatang, pihaknya berencana untuk menaikkan porsi kredit bagi sektor UMKM dan menurunkan sektor korporasi. Itu karena, jelasnya, sektor UMKM, selain punya peran besar dalam ekonomi nasional, juga merupakan pasar potensial.

Lalu, bagaimana dengan Jabar? Rama mengungkapkan, sejauh ini, tatar Pasundan memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan kinerja Bank OCBC NISP. Menurutnya, kontribusi Jabar bagi perkembangan bisnis Bank OCBC NISP sebesar 15%.

Selain kredit, pihaknya pun terus berupaya menaikkan pendapatan melalui fee based income. Untuk merealisasikannya, pihaknya memaksimalkan transaksi sistem e-banking. “Kami ingin, tahun depan, fee based income tumbuh 1-2%. Meski kecil, kami ingin pertumbuhannya sustainable (berkelanjutan),” tutupnya. (VIL)

Komentar

komentar