Home » Ekonomi » Eva Fadilah, Ingin Sejahterakan Pedagang Kecil

Eva Fadilah, Ingin Sejahterakan Pedagang Kecil

Beberapa pengunjung sedang melihat karpet asal Timur Tengah yang dijual di Pameran Batik & Craft di Trans Studio Mall Bandung, Rabu (13/11). Eva Fadilah, EO sekaligus pedagang, menyebut batik dan kerajinan tangan adalah budaya asli Indonesia. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Beberapa pengunjung sedang melihat karpet asal Timur Tengah yang dijual di Pameran Batik & Craft di Trans Studio Mall Bandung, Rabu (13/11). Eva Fadilah, EO sekaligus pedagang, menyebut batik dan kerajinan tangan adalah budaya asli Indonesia. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Menyejahterakan pedagang, khususnya yang bergerak di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjadi keinginan mulia Eva Fadilah, pemilik H&D Event Organizer. Ia menyatakan, EO yang berdiri sejak 2007 ini membawahi para perajin UMKM.

“H&D ini ada maksudnya, yakni high dream, karena saya selalu bermimpi tinggi untuk menyejahterakan para pedagang kecil,” ujarnya saat ditemui di Trans Studio Mall, Rabu (13/11).

Bukan tanpa sebab, Dila, sapaan akrabnya, berada di salah satu mall terbesar di Bandung itu. Ia bersama beberapa rekannya sedang mengadakan pameran batik dan kerajinan tangan. Dila memandang, batik dan kerajinan tangan adalah budaya asli Indonesia, namun masyarakat sendiri belum membudayakannya. “Saya mengadakan pameran di beberapa mall di Bandung dan selalu membawa tema tiap pameran. Batik yang ada di sini berasal dari Solo, Yogyakarta, juga Kalimantan,” terangnya.

Tak hanya itu, ia juga mengikutsertakan karpet buatan tangan yang berasal dari beberapa negara Timur Tengah, seperti Pakistan maupun Turki. Meski begitu, dirinya menegaskan, tidak memiliki hubungan sama sekali dengan orang Pakistan, walau barang yang ditawarkannya berasal dari negara tersebut. “Pertama kalinya saya mengadakan pameran dan berdagang sendiri tanpa dukungan siapapun. Saya ingin membangun brand image bahwa karpet-karpet itu bukan buatan mesin tapi buatan tangan. Saya juga ingin memperkenalkan sekaligus mempromosikan karpet tersebut,” bebernya.

Dirinya tidak menepis bila mencari keuntungan dari pameran tersebut, namun ia enggan menyebutkan angkanya secara detail. “Manusia lumrah tidak mau rugi. Kalau omzet kita sedang berusaha. Target kita cukup besar, karena bermacam harga kita sediakan,” tandas Dila. (VIL)

Komentar

komentar