PGPKT Donasikan Alat Bantu Dengar bagi Purnawirawan TNI

JABARTODAY.COM – CIMAHI Komite Pusat Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian bersama Komite Daerah PGPKT Kota Cimahi, mengadakan pemeriksaan pendengaran dan donasi alat bantu dengar bagi purnawirawan TNI.

Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) dalam rangka HUT Infanteri ke-72 yang diselenggarakan beberapa hari lalu.

Read More

Kegiatan skrining diikuti oleh 30 purnawirawan TNI. PT Alat Bantu Dengar Indonesia (PT ABDI) bertindak sebagai donatur 20 alat bantu dengar pada kegiatan ini.

Ketua Komite Pusat PGPKT Damayanti Soetjipto menyatakan, bahwa kegiatan donasi alat bantu mendengar ini adalah upaya dalam rangka menurunkan angka gangguan dengar di Indonesia.

“Komite PGPKT melalui cabangnya di seluruh Indonesia telah secara sungguh-sungguh melakukan upaya penurunan angka gangguan pendengaran, semoga hal ini akan berlanjut dengan dibentuknya Komite khusus PGPKT di kalangan TNI dan Polri,” ujar Damayanti Soetjipto, Jumat (24/12/2021).

Kualitas pendengaran, diutarakan Damayanti, sangat penting bagi orang lanjut usia, semoga dengan donasi ini para purnawirawan TNI dapat kembali ceria, bahagia karena dapat mendengar dan kualitas hidupnya jauh lebih baik. Semoga ke depannya kegiatan donasi seperti ini akan terus berlanjut khususnya di kalangan TNI dan Polri juga bagi masyarakat luas.

“Dan yang paling penting, bagi yang belum memasuki masa lansia adalah menjaga gaya hidup yang sehat agar di masa tua tidak cepat terjadi gangguan pendengaran” kata Damayanti.

Kegiatan skrining berupa pemeriksaan telinga, pembersihan serumen dan audiometri dikoordinir oleh Yanti Nurrokhmawati dan dilanjutkan dengan pemasangan alat.

“Purnawirawan TNI yang kami periksa umumnya memiliki beberapa masalah pada telinga dan pendengaran, misalnya menumpuknya serumen atau kotoran telinga dan masalah pada telinga bagian dalam berupa gangguan dengar syaraf derajat sedang sampai berat” ujar Yanti Nurrokhmawati.

Paparan bising dari latihan menembak saat masih aktif berdinas, adanya kebisingan dari kendaraan perang, adanya penyakit metabolic seperti hipertensi atau Diabetes Mellitus berkontribusi pada terjadinya gangguan dengar pada usia tua.

Selain itu, Komda Cimahi Sigit Sasongko mengatakan, bahwa kegiatan seperti ini dilakukan dalam rangka upaya mencegah gangguan dengar pada masyarakat dan menurunkan angka gangguan dengar sesuai dengan program WHO melalui Sound Hearing International , yaitu menurunkan angka gangguan dengar sebesar 90% pada tahun 2030.

“Kota Cimahi telah ditetapkan sebagai salah satu Kota Telinga Sehat oleh Menteri Kesehatan RI tahun 2018 karena telah banyak melaksanakan kegiatan pencegahan gangguan dengar di kota Cimahi melalui Komda PGPKT Kota Cimahi.” imbuh Sigit. (*)

Related posts