Wednesday , 3 June 2020
Home » Headline » Warga Jabar yang Memaksa Mudik Akan Dijadikan ODP Virus Corona

Warga Jabar yang Memaksa Mudik Akan Dijadikan ODP Virus Corona

Barang siapa memaksa mudik, maka akan otomatis berstatus ODP. Dengan status ODP, maka orang tersebut harus melakukan isolasi diri selama 14 hari.

Virus Corona

JABARTODAY.COM, BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melarang warga perantau pulang kampung atau mudik, di tengah pandemi Virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Jika ada yang memaksa mudik, maka warga tersebut wajib lapor ke kepolisian setempat dan akan dijadikan Orang Dalam Pemantauan (ODP) Virus Corona. Dengan status ODP, warga tersebut wajib isolasi mandiri selama 14 hari.

Hal itu tertuang dalam maklumat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) tentang larangan mudik selama pandemi virus corona yang disampaikan melalui akun Instagramnya.

“Barangsiapa memaksa mudik, maka akan otomatis berstatus ODP. Dengan berstatus ODP, maka orang tersebut harus melakukan isolasi diri selama 14 hari,” tulis RK.

Dalam maklumat tersebut, RK mewajibkan ketua atau pengurus RT dan RW melaporkan kedatangan, kepulangan, atau mudik warga berstatus ODP Covid-19 ke polisi setempat.

“RT/RW wajib melaporkan kedatangan ke kepolisian setempat,” demikian tertulis dalam maklumat kelima.

Dia juga telah meminta pihak kepolisian untuk mengambil langkah hukum jika orang dengan status ODP tidak melakukan isolasi diri.

Berikut ini maklumat RK selengkapnya:

  1. Maklumat larangan mudik selama pandemi Covid-19.
  2. Dilarang mudik ke kampung halaman di tengah pandemi Covid-19.
  3. Barangsiapa memaksa mudik, maka akan otomatis berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan).
  4. Jika berstatus ODP, maka harus isolasi diri 14 hari.
  5. Kepolisian Jawa Barat akan mengambil tindakan hukum jika status ODP tidak melakukan isolasi diri.
  6. RT/RW wajib melaporkan kedatangan ODP ke kepolisian setempat.

Menahan diri untuk tidak mudik disebut sebagai bagaian dari upaya pencegahan penyebaran Virus Corona. Diam di rumah (stay at home) dan menjaga jarak (social distancing) merupakan upaya efektif memutus penyebaran virus mematikan tersebut.

Baca Juga:  PSBB Proporsional di Kota Bandung, Rumah Ibadah Dibuka

Update Kasus Corona Jabar

Data Pikobar Jawa Barat pada Minggu, 29 Maret 2020, pukul 10.00 WIB menunjukkan, kasus positif Corona di Jawa Barat sudah mencapai 119 kasus dari total 1.155 kasus di seluruh Indonesia.

Kasus yang meninggal 17 orang dari 102 orang yang meninggal di seluruh Indonesia. Jumlah pasien Corona yang sembuh di Jawa Barat 6 orang dari total orang sembuh corona di Indonesia sebanyak 59 orang.

Diingatkan, Virus Corona atau Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan Novel Coronavirus 2019. Meski bergejala mirip dengan flu biasa, Covid-19 sampai saat ini memiliki fatalitas lebih tinggi. Virus ini juga menyebar dengan sangat cepat karena bisa pindah dari orang ke orang bahkan sebelum orang tersebut tidak menunjukkan gejala.*