Wanita Yang Simpan Sabu Terlibat Jaringan Internasional

Para tersangka yang ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Husein Sastranegara karena membawa sabu, Sabtu 6 September 2014. Dalam ekspose, Kamis (11/9), diketahui ketiganya terlibat jaringan internasional. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)
Para tersangka yang ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Husein Sastranegara karena membawa sabu, Sabtu 6 September 2014. Dalam ekspose, Kamis (11/9), diketahui ketiganya terlibat jaringan internasional. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Narkotika dan obat-obatan terlarang masih menjadi bisnis menggiurkan bagi beberapa pihak. Tak terkecuali bagi Indonesia yang menjadi pasar karena jumlah masyarakatnya yang besar. Itu terbukti dengan kembali diamankannya beberapa orang oleh Petugas Bea dan Cukai Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Sabtu (6/9/2014), sekitar pukul 22.40, petugas mencurigai gerak-gerik penumpang Air Asia tujuan Kuala Lumpur-Bandung, yakni LNE. Saat diperiksa, belum ditemukan sesuatu yang mencurigakan, namun petugas heran dengan banyaknya sandal yang dibawa LNE.

“Ketika diperiksa menggunakan X-ray didapati bungkusan kristal bening yang disimpan di alas sandal tersebut. Saat diuji di lab, barang tersebut adalah narkotika golongan I atau methamphetamine,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat, Saipullah Nasution, dalam ekspose di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung, Kamis (11/9/2014).

Selanjutnya, lanjut Saipullah, pelaku dan barang bukti berupa 12 bungkus plastik berisi sabu seberat 1.032 gram diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat untuk diproses. Soal berapa nilai narkoba yang dibawa oleh LNE, Saipullah enggan menyebut secara detail. “Sekitar miliaran rupiah,” singkatnya.

Berdasarkan pengembangan yang dilakukan BNNP Jabar, barang yang dibawa LNE didapat dari CLS, seorang warga Afrika, yang berada di Malaysia. Rencananya, dituturkan Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jabar Ajun Komisaris Besar Dicky Sapta, barang itu akan diantarkan kepada seseorang di Indonesia yang belum diketahui identitasnya.

“Dari hasil pengembangan, kita mengamankan NS di daerah Ancol, Jakarta Utara. Lalu, yang mengendalikan NS, yaitu ST di daerah Gajah Mada, Jakarta Barat. Disitu kita amankan sabu seberat 30,7 gram,” imbuh Dicky.

Menurut Dicky, mereka tergabung dalam jaringan internasional, yaitu West African Syndicate. Saat ini, pihaknya masih mengejar 2 orang berkewarganegaraan Afrika. Sementara, bagi ketiga tersangka, akan diproses lebih mendalam.

Kepala KPPBC TMP A Bandung Rulijanto menyatakan, apa yang dilakukan LNE bukan modus baru. Pasalnya, akhir tahun 2013, pihaknya juga membekuk pelaku yang menggunakan modus menaruh barang haram itu di sandal. “Alasannya ekonomi,” ucap Rulijanto tanpa menyebut berapa tersangka dibayar untuk mengantar sabu tersebut.

Para tersangka yang diamankan tidak ada yang berasal dari Bandung, melainkan Jawa Timur. Dituturkan Rulijanto, pihaknya tidak mengetahui akan diedarkan kemana barang tersebut dan mengapa yang bersangkutan berada di Bandung. “Mungkin dia diperintah untuk di Bandung dulu,” paparnya.

Atas perbuatannya, ketiganya dijerat Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 115 ayat (2) UU No 35/2009 tentang Narkotika. Mereka terancam meringkuk di jeruji besi selama 20 tahun. (VIL)

Related posts