Tuesday , 7 April 2020
Home » Ekonomi » Stok Beras Jabar Capai Ratusan Ribu Ton

Stok Beras Jabar Capai Ratusan Ribu Ton

Gudang Beras Bulog (NET)
Gudang Beras Bulog (NET)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Warga Jawa Barat tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan beras, yang menjadi makanan pokok publik di tatar Pasundan. Pasalnya, Perum Badan Umum Logistik Divisi Regional Jabar menjamin ketersediaan bahan pangan tersebut. Bahkan, Badan Usaha Milik Negara tersebut menyatakan, ketersediaan beras di Tatar Parahyangan aman hingga lima bulan mendatang.
 
“Itu karena kami terus melakukan penyerapan beras dari para petani. Stok beras kami yang tersimpan pada seluruh gudang di Jabar, hingga 9 September 2014 mencapai 188.384 ton,” tukas Kepala Perum Bulog Divre Jabar, Alip Apandi, usai penandatanganan Nota Kesepahaman antara Perum Bulog Divre Jabar dan Polda Jabar di lantai 3 Gedung Graha Sativa, Rabu (10/9/2014).
 
Alip mengemukakan, agar lebih mengamankan ketersediaan beras, pihaknya terus melakukan penyerapan. Disebutkan, tahun ini, prognosa penyerapan beras mencapai 550.000 ton. Hingga 6 Agustus tahun ini, ungkap dia, volume penyerapan 217.809.645 ton.
 
Menurutnya, volume penyerapan dapat terus bertambah karena hampir setiap bulan, berlangsung panen di setiap daerah, terutama sentra-sentra produsen beras, semisal wilayah Pantai Utara, yaitu Cirebon dan Indramayu. Dijelaskan, terus berlangsungnya upaya penyerapan beras itu sebagai salah satu cara dan strategi untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan, khususnya, di Jabar.
 
Upaya menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan, tuturnya, tidak hanya mengandalkan volume penyerapan. Akan tetapi, kata dia, adanya cadangan beras pemerintah (CDP), yang masing-masing kabupaten-kota, memiliki pagu hingga 100 ton. Cadangan itu, ujarnya, dapat termanfaatkan apabila terjadi beberapa peristiwa, seperti bencana alam atau kekeringan.
 
Selain itu, sambung dia, juga sebagai sebuah strategi untuk mengendalikan harga beras. “Jika harga beras mengalami kenaikan yang cukup signifikan, kami siap melakukan berbagai upaya pengendalian,” tegasnya.
 
Mengenai kerjasama dengan Polda Jabar, Alip berpendapat, ini merupakan bagian langkah strategis untuk mendukung program ketahanan pangan. Adanya kerjasama itu, tegas dia, pihaknya dapat menjalin hubungan yang semakin harmonis karena sinergitas kian terbina secara lebih intensif.
 
Direktur Bimbingan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Erwin Rusmana mengemukakan, untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan, pihaknya pun berkepentingan. Karenanya, jelas dia, pihaknya menjalin kerjasama dengan Perum Bulog Divre Jabar. “Kerjasama ini adalah jawaban atas tantangan yang ada di Jabar, termasuk dalam hal ketahanan pangan,” tutur Erwin.
 
Menurutnya, ketahanan pangan di Jabar masih belum optimal. Untuk itu, cetus dia, perlu berbagai upaya untuk terus meningkatkannya karena Jabar merupakan daerah yang strategis. Secara geografis, dia menandaskan, Jabar berperan sebagai daerah penyangga ibu kota. (ADR)