Vietnam Tawarkan Kawasan Bagi Pengusaha Jabar

AGUNG KADINJABARTODAY.COM – BANDUNG
Sepertinya, bergulirnya ajang ASEAN Economic Community (AEC) 2015 tidak hanya sebagai hambatan atau tantangan bagi sektor dunia usaha di Indonesia, termasuk Jabar. Akan tetapi, agenda kerjasama ekonomi negara-negara ASEAN itu dapat menjadi sebuah peluang bagi para pelaku bisnis di tatar Pasundan untuk mengembangkan dunia usaha Jabar, minimalnya, pada level Asia Tenggara, melalui pemerluasan pangsa pasar.

Peluang itu di antaranya kesempatan para pelaku dunia usaha dan industri Jabar untuk melakukan ekspansi bisnisnya di negara ASEAN. Adalah Vietnam, yang kabarnya, memberi peluang tersebut. “Ada komunikasi antara kami dan Vietnam beberapa waktu lalu. Isinya, Vietnam menawarkan para pelaku usaha di negara ini, termasuk asal Jabar, berupa sebuah kawasan industri,” tandas Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Soetisno, usai Pembukaan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Jabar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45 Bandung, Kamis (11/12).

Agung menyatakan, penawaran yang diajukan Vietnam itu bukan hanya sebuah kawasan bagi para pelaku dunia usaha dan industri di Indonesia untuk membangun pabrik atau perusahaan di negara Asia Tenggara tersebut, melainkan juga, termasuk beragam insentif lainnya. “Misalnya, kemudahan perizinan, adanya kepastian hukum,” tutur Agung.

Perkiraannya, Vietnam membuka penawaran tersebut karena adanya beberapa perkembangan berbagai hal di Indonesia, khususnya, yang berkaitan dengan dunia usaha. Misalnya, upah pekerja, kepastian hukum, insentif, dan lainnya. “Tentunya, ini merupakan sebuah peluang. Tapi, semuanya bergantung pada masing-masing pelaku usaha, apakah mereka memilih membangun pabrik atau indsutri di Vietnam atau tetap mengoperasikan bisnisnya di Indonesia, khususnya Jabar,” papar Agung,

Wakil Ketua Bidang Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Kadin Jabar, Jhonny Andhella, mengakui bahwa pihaknya menerima kabar penawaran Vietnam tersebut. Namun, Jhonny berpendapat, penawaran tersebut masih berupa isu atau sebuah wacana.

Dia berpendapat, meski ada penawaran itu, sebaiknya, para pengusaha Indonesia, khususnya Jabar, tidak perlu memenuhi penawaran tersebut, misalnya, membangun atau merelokasi industrinya. “Di Indonesia, khususnya, Jabar, masih banyak daerah yang kompeten dan layak untuk menjadi kawasan industri,” kata Jhonny.  (ADR)

Related posts