Tunjangan Guru,BjB-Kempendikbud Bersepakat

AHMAD IRFANJABARTODAY.COM – JAKARTA — Menjalin kerjasama merupakan sebuah strategi guna mendorong brand image sekaligus kinerja bisnis. Jurus itulah yang diusung PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten Tbk alias bank bjb.

Sejauh ini, lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Satu di antaranya menggandeng Kementerian Pendidikan. “Bentuk kerjasamanya dalam hal penggunaan jasa dan pelayanan jasa perbankan. Selain itu, kami pun bersepakat tentang pembukaan rekening, penyaluran dan tunjangan, pengembangan karir, peningkatan kualifikasi dan kompetensi, sekaligus pemberian penghargaan bagi guru dan tenaga kependidikan,” tandas Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan, pada Penandatanganan Nota Kesepahaman Ditektorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Menengah Kementerian dan Kebudayaan di Lantai 11 Gedung D Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Senin (27/7).

Dijelaskan, sebenarnya, pihaknya menjalin kerjasama dengan lembaga oemerintah tersebut berlangsung sejak 2011. Pendandatanganan kali ini, jelas Irfan, merupakan perpanjangan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama 2011 itu.

Sejauh ini, kata Ahmad Irfan, pihaknya bekerjasama dan bersepakat dengan Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Pendidikab Dasar. Selama itu pula, lanjutnya, pihaknya, yang mencatat laba konsodilasi Rp 582 miliar dan beraset konsolidasi Rp 96 triliun, melayani penyaluran dana tunjangan bagi sekitar 400 ribu guru pendidikan dasar (SD-SMP) di Jabar-Banten.

Pasca penandatanganan ini, ujarnya, pihaknya memberi pelayanan menjadi lebih luas. Yaitu, tuturnya, mencakup jenjang pendidikan Paud, pendidikan masyarakat, SD,SMP, SMA, SMK, dan SMLB di seluruh jaringan bank bjb.

Di tempat yang sama, Direktotat Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan Kemendikbud, Sumarna Suraoranata, mengemukakan, kerjasama ini bersifat mutual trust. Artinya, jelas dia, bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan, baik bagi pemerintah mauoun lembaga perbankan yang menjalin kerjasama itu.

Diungkapkan, pemerintah mengalokasikan dana tunjangan bagi guru dan tenaga pendidikan senilai Rp 70,6 triliun. Selain banj bjb, ujarnya, penyalurannya melalui beberapa perbankan lain. Di antaranya PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, dan sejumlah perbankan daerah. “Seperti Bank DIY (Yogyakarta), Bank NTB, serta Bank Sulawesi Barat,” tutupnya. (ADR)

Related posts