Tunjangan Guru Lewati Rp 10 Triliun

foto: erwin adriansyah
foto: erwin adriansyah

JABARTODAY.COM-JAKARTA– Para guru dan tenaga pendidik di Jabar-Banten, dapat tersenyum lebar. Pasalnya, kalangan tersebut mendapat uang saku tambahan berupa tunjangan. Dana tunjangan tersebut merupakan program Direktorat Jenderal (Dirjen) Guru dan Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sumarna Surapranata, mengemukakan, pemerintah mengalokasikan dana tunjangan bagi guru dan tenaga kependidikan di seluruh wilayah Indonesia senilai Rp 70,6 triliun. “Skema penyalurannya melalui sejumlah perbankan BUMN. Yaitu, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk., dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk,” tandas usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb di Lantai 11 Gedung D Kompleks Kemendikbud, Jln. Jenderal Sudirman, Jakarta, belum lama ini.

Selain dengan perbankan BUMN, lanjut Sumarna, khusus Jabar-Banten, pihaknya menjalin kerjasama dan bersepakat dengan PT Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb. Dijelaskan, khusus di Jabar-Banten, bank bjb yang berperan sebagai operator penyalur dana tunjanagn tersebut. Nilainya, kata dia, bergantung pada jumlah guru dan tenaga kependidikan di wilayah perbankan milik BUMD Jabar-Banten tersebut.

Dikatakan, saat ini, di Jabar-Banten, bank bjb menyalurkan tunjangan bagi sekitar sekitar 400 ribu orang guru pendidikan dasar (SD-SMP). Asumsinya, setiap guru dan tenaga pendidik tersebut, memperoleh tunjangan senilai Rp 25 juta per tahun. Jika demikian, berarti, jelas Sumarna, di Jabar-Banten, selama ini, nilai total dana tunjangan sekitar Rp 10 triliun.

Berdasarkan penandatanganan yang terkini tersebut, bank bjb melayani guru dan tenaga pendidik yang lebih luas. Hal itu, jelasnya, berarti, jumlah guru dan tenaga pendidik yang menjadi target penyaluran dana tunjanagn tersebut pun menjadi lebih banyak. Pasalnya, jelas dia, tunjangan tersebut mencakup jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tunjangan profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non-PNS, junjangan khusus, tunjangan fungsional bagi guru swasta. Kemudian, lanjutnya,bantuan kualifikasi guru, serta peningkatan kompetensi guru. “Di Jabar-Banten, kami perkirakan, jumlah guru dan tenaga pendidik yang menerima tunjangan, dapat mencapai 600 ribu orang,” kata Sumarna.

Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan, menambahkan, meluasnya pelayanan tersebut membuat jumlah guru dan tenaga pendidik yang menerima tunjangan berpotensi lebih banyak. Ahmad Irfan berasumsi, apabila jumlah guru dan tenaga kependidikan mencapai 600 ribu orang dan setiap orang menerima tunjangan Rp 25 juta per orang, berarti, total dana tunujangan yang dikelola dan siap disalurkan bank bjb dapat mencapai Rp 15 triliun.

Ahmad Irfan menuturkan, kerjasama dengan Dirjen Guru dan Tenaga Pendidik Kemendikbud tersebut sejalan dengan misi Bank BJB tahun ini. Yaitu, ungkapnya, fokus meningkatkan market share dana pihak ketiga, melalui promosi, pemasaran produk dana, dan inovasi produk. (ADR)

Related posts