Bidik Asia Pasifik, PT LEN Gandeng Cina-Singapura

foto: erwin adriansyah
foto: erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Meningkatkan dan memperluas jaringan pasar menjadi opsi yang diusung hampir seluruh pelaku bisnis. Strategi itu pun terus dikembangkan PT LEN Industri (Persero).

Lembaga BUMN tersebut, kini, tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Lembaga yang berkantor pusat di Jalan Soekarnohatta Bandung itu tidak hanya membidik ASEAN sebagai pengembangan pasar, tetapi juga Asia Pasifiik. Karenanya, PT LEN Industri (Persero) menggandeng dua perusahaan, masing-masing asal Cina dan Singapura.

“Benar. Kami terus berupaya mengembangkan pasar ekspor, tidak hanya ASEAN, tetapi juga Asia Pasifik,” tandas Direktur Utama PT LEN, Abraham Mose, usai Penandatanganan Nota Kesepahaman Pembangunan Fiber Optik antara PT LEN Industri (Persero), Newstar Energy International Pte Ltd (Singapura), dan Ahcof International Development Co Ltd (Cina) di PT LEN Industri (Persero), Jalan Soekarnohatta Bandung, Rabu (29/7).

Menurutnya, kerjasama, yang ditandatangani petinggi 3 perusahaan itu, yaitu Abraham Mose, Direktur Newstar Energy International Pte Ltd (Singapura), Sari Handayani, dan Direktur Ahcof International Development Co Ltd (Cina), Zhu Liang, itu adalah untuk membangun pabrik fiber optik. Pihaknya memilih dua perusahaan tersebut bukan tanpa dasar dan alasan. Dia mengatakan, memang, di dunia ini, banyak perusahaan besar dan bertaraf internasional. Namun, ucapnya, pihaknya memutuskan untuk bekerjasama dengan Newstar Energy International Pte Ltd (Singapura), dan Ahcof International Development Co Ltd (Cina) karena kedua perusahaan itu punya visi dan misi yang sama dengan PT LEN Industri (Persero).

Dasar kerjasama lainnya, pangsa fiber optik terbuka lebar. Di Indonesia, jelasnya, kebutuhan fiber optik mencapai 10 ribu kilometer per bulan. Saat ini, ungkap dia, pihaknya mengoperasikan 1 line yang berkapasitas produksi 1.000 kilometer per bulan.

Melihat besar dan tingginya potensi pasar tersebut, pihaknya berencana menaikkan kapasitas produksi. Caranya, menambah line produksi menjadi 3 line. Jika demikian, jelas dia, berarti, pihaknya mampu memiliki kapasitas produksi hingga 3.000 kilometer per bulan. Rencananya, pabrik fiber optik tersebut beroperasi awal 2016. “Hadirnya pabrik ini membuat kami membidik Asia Pasifik sebagai pengembangan pasar fiber optik. Pengembangan pasar itu demi meningkatkan daya saing mengingat ajang ASEAN Economic Community (AEC) segera bergulir,” cetus Abraham.

Untuk meningkatkan bisnis, beber Abraham, berdasarkan rencana jangka panjang dan kerja bisnis, pihaknya pun memb

angun solar cell. Kaitannya dengan solar cell, pihaknya, yang membutuhkan dana investasi sekitar Rp 1,2 triliun, mengharapkan adanya investor dalam negeri. “Solar cell ini untuk pemenuhan energi listrik. Pembangunan solar cell itu untuk meningkatkan kapasitas, yang saat ini sebesar 10 Mega Watt (MW) peak per tahun menjadi 60 MW modul peak per tahun,” cetus dia.

Soal nilai kerjasama pembangunan pabrik fiber optik, di tempat yang sama, Sales Director PT Newstar Energy International Pte Ltd (Singapura), Bayuadhi Indrayana, mengatakan, angkanya tergolong besar. Nilainya, dapat mencapai ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS). “Untuk 1 line, nilai investasinya sektiar 100 juta dolar AS. Tahap awal, membangun satu line. Rencana, membangun 3 line. Jika setiap line menyerap dana investasi 100 juta dolar AS, estimasinya, kebutuhan dana investasi untuk 3 line sejumlah 300 juta dolar AS,” kata Bayu.

Bayu mengiyakan, bahwa peluang dan potensi pasar fiber optik terbuka lebar, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Dia mengatakan, pertumbuhan pasar fiber optik internasional sekitar 5-10 persen. “Peluangnya besar dan terbuka. Karenanya, kami memanfaatkan peluang tersebut,” tutup Bayu. (ADR)

Related posts