Tolak Jasa Pemasangan Listrik Baru

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Beragam modus aksi kejahatan kerap terjadi. Pun dengan para pelanggan listrik. Pasalnya, pasca Idul Fitri, kerap menjadi momen para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.

“Benar. Masa-masa menjelang dan pasca Idul Fitri, serta tahun ajaran baru merupakan momen rawan. Mengatasnamakan PLN kerap menjadi modusnya,” tandas Suargina
PLT Deputi Manajer Komunikasi PT PLN Distribusi Jawa Barat (DJB).

suargina mengemukakan, para pelaku itu memiliki modua operandi beragam. Misalnya, katanya, menawarkan jasa pelayanan pasang baru, tambah daya, dan penggantian Kilo Watt hour (KWh) meter.

Ada pula, tambahnya, yang berpura-pura menagih rekening listrik yang tertunggak atau memeriksa instalasi listrik di rumah pelanggan. Selain itu, tuturnya, modus lainnya, menawarkan boks KWh meter, kartu gantung meter, alat penghemat listrik, dan lainnya.

“Biasanya, imbuh Suargina, petugas gadungan ini meminta pembayaran tunai saat itu juga. Bahkan, tidak jarang, mereka pun melakukan pemaksaan atau bahkan ancaman. Karenanya, jika pelanggan didatangi ‘petugas’.seperti itu, tolak saja atau segera hubungi kami melalui call center 022 123 atau langsung lapor pihak berwajib,” sambungnya.

Suargina menegaskan, sejauh ini, pihaknya hanya menjual tenaga listrik. Pihaknya, tegas Suargin, tidak pernah menjual kWh meter, box kWh meter, atau alat penghemat listrik atau barang lainnya kepada pelanggan atau masyarakat.

Tidak itu saja, seru Suargina, pihaknya pun senantiasa melengkapi para petugas menggunakan tanda pengenal resmi dan surat tugas. Khusus Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), pemeriksaannya oleh petugas resmi PLN. “Kami selalu meminta pelanggan menyaksikan proses pemeriksaan itu. Hasilnya, ter to ang dalam berita acara, ditandatangani petugas dan pelanggan,”.jelas Suargina.

Soal transaksi pun, baik pembayaran pasang baru, tambah daya, pembayaran tagihan listrik, pembelian token, maupun geser tiang, hanya bisa berlangsung melalu perbankan atau payment point online bank. “Kami melarang transaksi apa pun di rimah pelanggan,” tutupnya. (ADR)

Related posts