“Tidak Ada Ganti Rugi Penertiban”

jabartoday.com/ISTIMEWA
jabartoday.com/ISTIMEWA

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Ternyata, upaya penertiban puluhan bangunan di Jalan Stasiun Barat Bandung, masih mendapat reaksi. Pada Kamis (10/11), sejumlah massa berunjuk rasa tentang penertiban tersebut. Mereka mengajukan beberapa penuntutan. Di antaranya, meminta ganti rugi.

Menanggapi hal itu. Vice President (VP) Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI),  Agus Komarudin, menegaskan, pihaknya tidak akan mengucurkan ganti rugi. “Yang kami lakukan adalah memberi sejumlah sana untuk biaya pembongkaran. Tapi, mereka menolaknya,” tandas Agus.

Menurutnya, para penghuni tersebut mendiami bangunan-bangunan itu sudah puluhan tahun. “Sejak 1952, mereka mendiami bangunan-bangunan itu. Karena begitu lama, mereka menganggap lahan yang mereka diami itu sebagai milik pribadi. Padahal, kami memiliki sertifikat pemilikan lahan,” tegas Agus.

Soal isu dugaan adanya pembayaran uang sewa bangunan seperti yang diutarakan para pengunjuk rasa, secara tegas, Agus membantahnya. “Uang sewanya mereka bayar kepada siapa?  Kami tidak pernah mengutip uang sewa apa pun,” bantahnya.

Sebenarnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun melakukan relokasi para penghuni bangunan-bangunan tersebut. Relokasinya, ucap Agus, daerah Rancacili.

Kepala PT KAI daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Saridal, menambahkan, pihaknya menyerahkan permasalahan penertiban beberapa bangunan di Jalan Stasiun Barat Bandung itu kepada tim kuasa hukum. “Saat ini proses hukum dalam tahap mediasi,” kata Saridal.

Saridal meneruskan, pihaknya melakukan penertiban bukan tanpa tujuan. Dijelaskan, pebertiban itu  bertujuan menigkatkan pelayanan, mengingat volume penumpang terus meningkat.

“Saat ini, rata-rata volume penumpang sebanyaK 40 ribu orang per hari. Khusus Argoparah angan, okupansi sekarang 74.persen. Target kami mencapaj 50 rb penumpang,” sebutnya.  (win)

Related posts