Stabilkan Harga, Bulog Serap Beras Premium

Foto: erwin adriansyah
Foto: erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sejak beberapa bulan terakhir, ekonomi nasional mengalami perlambatan pertumbuhan. Itu terjadi karena adanya perkembangan global,  seperti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditambah sejumlah kebijakan berkenaan dengan perkembangan harga beragam komoditi vital,  semisal bahan bakar minyak (BBM), dan lainnya. Akibatnya, terjadilah inflasi atau kenaikan harga beragam komoditi.

Adalah beras yang menjadi salah aatu komoditi yang mengalami kenaikan harga. Untuk itu, perlu berbagai upaya guna melakukan pengendalian dan stabilisasi harga jual beras.

Sebagai lembaga negara, Bulog menyusun sejumlah strategi. Di antaranya, meningkatkan penyerapan. Selama ini,  Bulog menyerap beras medium dan beras untuk keperluan Program Beras Bagi Masyarakat Miskin (Raskin). Namun, kini, Bulog menyerap beras premium.

“Benar. Kini,  kami tidak hanya menyerap beras medium, tetapi juga premium,” tandas Kepala Bulog Divisi Regionql (Divre) Jabar, Alip Afandi,
di tempat kerjanya, Graha Sativa lantai 2, Jalan Soekarnohatta Bandung, Rabu (5/8).

Diutarakan, penyerapan beras medium itu bertujuan untuk mengendalikan sekaligus stabilisaai harga. Selama ini, ujarnya, pihaknya berupaya mengendakan harga beras medium nelalui penyerapan. Akan tetapi,  tidak pada beras prenium. Sedangkan konsumen betas premium oun tidak sedikit. “Karenanya, sejak bulan lalu, kami melakukan penyerapan beras premium,”  kata Alip.

Upaya lainnya,  jelas dia, pihaknya siap mendukung rencana pemerintah. Rencananya,  ungkap Alip,  pemerintah mendirikan 1.000 kios di 1.000 pasar di Indonesia. Polanyq,  tutur dia, masih jadi pembahasan.

Kendati demikian, kata Alip,  seoertinya, kios tersebut jamoir mirip dengan Bulog Mart. Namun, sebutnya, komoditinya adalah barang-barang kebutuhan ookok masyarakat (kepokmas).

Pengoperasian kios-kios itu salah satu tujuannya untuk mengendalikan harga,  tidak habya beras,  tetapi komoditi lainnya. Misalnya,  kata Alip, cabai, daging, dan lainnya. (ADR)

Related posts