Soal UMK, Pengusaha Belum Tenang

APINDOJABARTODAY.COM – BANDUNG
Pada 22 Januari 2014, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menetapkan nilai upah minimum kota-kabupaten (UMK) 2015. Meski demikian, adanya putusan pemerintah mengenai kenaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM) subsidi membuat kalangan pengusaha belum tenang. Pasalnya, penetapan UMK 2015 belum mencantumkan harga baru BBM subsidi pasca kenaikan.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Dedy Widjaja, mengiyakan bahwa kalangan pengusaha belum tenang pasca penetapan UMK 2015. Hal itu, jelasnya, berkaitan dengan adanya kenaikan harga BBM subsidi. Menurutnya, saat ini, kalangan pengusaha masih menunggu kepastian pemerintah, baik presiden maupun gubernur, dalam hal menentukan ada tidaknya penambahan nilai UMK 2015. “Kalaupun terjadi penambahan, harapan kami, tidak terlalu tinggi,” tandas Dedy, Selasa (25/11).

Dedy berpendapat, putusan kenaikan harga BBM subsidi berlaku nasional. Melihat kondisi itu, lanjut dia, idealnya, presiden menerbitkan kebijakan bagi setiap daerah di Indonesia. Akan tetapi, tuturnya, sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan kepastian ada tidaknya putusan atau kebijakan pemerintah soal penambahan UMK 2015, berkaitan dengan kenaikan harga BBM subsidi. (ADR)

Related posts