Sidang Perdana Yance Segera Bergulir

Irianto MS Syafiuddin
Irianto MS Syafiuddin

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Setelah melalui proses cukup lama, yaitu membutuhkan waktu sekitar 3 tahun, sejak pertama kali berstatus tersangka dugaan korupsi pembebasan lahan seluas 82 hektare untuk pembangunan proyek PLTU Indramayu, yaitu 13 September 2010, akhirnya, mantan Bupati Indramayu, Irianto MS Syaifuddin segera menjalani sidang perdananya. Dasarnya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung telah menerima pelimpahan berkas yang disampaikan tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar.

“Benar. Berkas dugaan kasus yang berkaitan dengan Pak Yance sudah kami terima. Berkasnya bernomor 19/Pis.Sus-TPK/2015/PN.Bdg,” tandas Juru Bicara Pengadilan Negeri Bandung, Djoko Indarto, Selasa (20/1).

Diutarakan, dalam menjalankan proses persidangan tersebut, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bandung sudah melakukan berbagai upaya. Di antaranya, jelas dia, menetapkan majelis hakim untuk memimpin persidangan Wakil Ketua DPRD Jabar tersebut. Persidangan tersebut, tuturnya, diketuai Marudut Bakar dan dua hakim anggota, yaitu Barita Lumbang Gaol dan Basari Budhi.

Berdasarkan berkas dakwaan, ungkapnya, Yance terjerat Pasal 2 dan Pasal 3 jo. Pasal 18 UU 31/1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 KUHP. Dalam dakwaannya, tutur Djoko, kuat dugaan, Yance terlibat pembebasan lahan seluas 82 hektare untuk pembangunan proyek PLTU Sumur Adem Indramayu.

Melalui panitia pembebasan tanah, dugaannya, mantan orang nomor satu di Kabupaten Indramayu tersebut melakukan mark up harga jual tanah. Seharusnya, sebut Djoko, harga jual tanah di wilayah tersebut senilai Rp 22 ribu per meter per segi. Namun, ucapnya, angkanya berubah menjadi Rp 42 ribu per meter per segi. Akibatnya, ucap Djoko, negara mengalami kerugian Rp 42 miliar. (ADR)

Related posts