Puncak Arus Balik Terjadi Sabtu

  • Whatsapp

(GAMBAR; ISTIMEWA)
(GAMBAR; ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Pada setiap momen Idul Fitri, kerap terjadi kepadatan arus lalu lintas. Itu terjadi karena adanya tradisi mudik Idul Fitri. Pada momen itu, kepadatan tidak hanya terjadi ketika warga melakukan mudik. Akan tetapi, arus balik pun kerap mengalami kepadatan, bahkan kemacetan.
 
Pada momen Idul Fitri tahun ini, data Terminal Cicaheum Bandung menunjukkan, total penumpang yang bertolak dari titik tersebut ke berbagai daerah tujuan mudik di wilayah timur, sejak H-7 sampai Idul Fitri hari ke-2, mencapai 48.545 orang. Puncak arus mudik berlangung Jumat (25/7/2014) atau H-3, yaitu 8.242 orang.
 
Kepala Terminal Cicaheum Bandung Abdul Haris memperkirakan volume penumpang bus untuk kedatangan di Terminal Cicaheum masih terus bertambah. Hingga H+1 Idul Fitri 2014 atau Rabu (30/7/2014), jumlah penumpang yang tiba di Terminal Cicaheum sebanyak 2.403 orang. Jika perbandingannya dengan H+1 Idul Fitri 2013, jumlahnya lebih sedikit. “Pada H+1 Idul Fitri tahun lalu, jumlah penumpang yang tiba di Terminal Cicaheum sebanyak 2.875 orang,” tukas Haris, Kamis (31/7/2014).
 
Haris memprediksi, puncak arus balik penumpang bus yang tiba di Terminal Cicaheum, terjadi pada akhir pekan ini. Kemungkinannya terjadi pada Jumat (1/8/2014) atau Sabtu (2/8/2014). “Itu karena Senin (4/8/2014), seluruh aktivitas kembali normal. Kami perkirakan, puncaknya arus mudik terjadi dalam 1-2 hari mendatang,” pungkasnya.
Hal sama juga dikatakan Kepolisian Daerah Jawa Barat, bahwa arus balik akan terjadi pada Jumat hingga Minggu (3/8/2014). Disebabkan, hari itu akhir dari libur kantor dan sekolah.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul, arus balik diprediksi sudah mulai ramai pada Rabu. Namun, kemungkinan itu hanya sebagian kecil saja dan hanya terjadi di beberapa titik. “Puncaknya diprediksi Jumat atau Minggu,” imbuh Martin.

Dirinya juga menegaskan bila Polda Jabar sudah siap dalam pengamanan arus balik Lebaran kali ini. Pasalnya, kendaraan dari Jawa Tengah atau daerah lainnya pasti melintas di wilayah Jabar. (VIL/ADR)

Related posts