Wednesday , 13 November 2019
Home » Opini » Provinsi Cirebon, Suatu Keniscayaan?

Provinsi Cirebon, Suatu Keniscayaan?

Nurul Hasanudin, Direktur Indosurvey Reliable Resources.

Gagasan pembentukan Provinsi Cirebon telah lama mengemuka. Sosialisasi dan upaya menggerakkan masyarakat untuk mendukungnya telah banyak dilakukan. Sikap masyarakat yang mendukung maupun yang tidak juga telah muncul dan berkembang menjadi tema diskusi. Meskipun ruang lingkupnya belumlah merata di seluruh lapisan masyarakat pada daerah yang akan diproyeksikan bergabung menjadi Provinsi Cirebon. Daerah tersebut adalah Ciayumajakuning (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan). Bahkan di tengah masyarakat banyak ditemukan pendapat, akan lebih ideal jika Kabupaten Brebes, Jawa Tengah juga ikut bergabung dalam proyeksi terbentuknya Provinsi Cirebon.

Struktur Pemerintahan Kabupaten/Kota

Sebelum terbentuk Provinsi Cirebon sebagaimana yang diimpikan sebagian masyarakat, ada baiknya mengamati kebutuhan pemekaran Kabupaten yang kelak akan menjadi penopang terbangunnya Provinsi Cirebon. Dalam penelitian yang dilakukan lembaga survai “Indosurvey Reliable ResourcesJawa Barat, setidaknya ada 3 Kabupaten yang terlebih dahulu perlu mendapat perhatian untuk melakukan proses pemekaran, yaitu Kabupaten Indramayu, Majalengka dan Cirebon.

Tentu saja, pertimbangan penelitian tersebut berdasarkan struktur geografis daerah, yang nantinya akan berdampak pada peningkatan kinerja pemerintah daerah dalam kemudahan akses dan pelayanan terhadap masyarakatnya. Pertimbangan lainnya tentu dari jumlah penduduk yang lebih besar dan posisi strategisnya dalam menghubungkan jalur distribusi ekonomi ke DKI dan Jawa Tengah.

Khusus Kabupaten Indramayu yang luasnya lebih dari  200 ribu hektar, dengan jumlah Kecamatannya saja lebih dari 30 kecamatan dan 300 an desa, membutuhkan upaya pemekaran Kabupaten agar daya jangkau yang luas ini dapat lebih efektif pengelolaan daerahnya. Kabupaten Indramayu Barat dan Timur. Hal ini penting untuk memperkaya “daya kohesif” terbentuknya Provinsi Cirebon.

Termasuk dalam hal ini Kabupaten Cirebon yang memiliki lebih dari 40 kecamatan. Eksistensi keberadaan Kabupaten Cirebon Timur yang membentang hingga perbatasan Provinsi Jawa Tengah, serta Kabupaten Cirebon Barat. Masing-masing dipisahkan oleh “Ibukota” Provinsi Cirebon kelak yaitu Kota Cirebon.

Khusus Kabupaten Majalengka, dengan berkembangnya rencana pembangunan Bandara Internasional, perlu ada Kota Majalengka, sebagai pemekaran dari Kabupaten Majalengka. Sedangkan Kabupaten Brebes memiliki kedekatan kultur dengan budaya Cirebon.

Sehingga Idealnya Provinsi Cirebon di bangun oleh 9 Kabupaten/Kota, yaitu: Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon Barat, Kabupaten Cirebon Timur, Kabupaten Indramayu Barat, Kabupaten Indramayu Timur, Kabupaten Majalengka, Kota Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Brebes.

Sarana Pendukung Eksistensi Provinsi Cirebon

Provinsi Jawa Barat perlu berbangga melakukan pemekaran dengan hadirnya Provinsi Banten. Berdasarkan evaluasi tampak bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten tumbuh dengan sangat signifikan dan beberapa daerah yang selama ini tidak terjangkau akses Bandung sebagai ibukota, telah tumbuh dan berkembang. Sekarang dengan keberadaan Kota Serang sebagai pusat pemerintahan lebih memudahkan akses masyarakatnya. Pengertian masyarakat adalah penduduk, perusahaan, institusi, LSM dan stake holder yang lainnya.

Dampak positif ini menjadi realistis untuk juga dialami Provinsi Cirebon, pada kehadirannya kelak dikemudian hari. Namun yang perlu diperhatikan adalah sarana yang mampu mendukung eksistensi Provinsi Cirebon. Menurut Indosurvey Reliable Resources dalam analisis studi kelayakannya mencatat beberapa sarana pendukung yang perlu dibangun, antara lain:

  1. Universitas Negeri dengan sarana dan kualitas sebaik UNPAD atau UNDIP
  2. Rumah Sakit Umum dengan sarana dan pelayanan sebaik RSHS atau RSCM
  3. Bandara Internasional
  4. Pelabuhan Cirebon perlu di revitalisasi secara fungsi dan sarananya.
  5. Mendapatkan tempat ideal untuk Pusat Pemerintahan Kantor Gubernur.

Dalam tinjauan deskriptif, banyak sarana yang sudah cukup kuat menopang eksistensi Provinsi Cirebon, seperti Kantor Bank Indonesia ada di Kota Cirebon, Stasiun Kereta Api Kejaksan, Pelabuhan Cirebon, Bandara Penggung dan Bandara di Kabupaten Majalengka, Kantor Bakorwil.

Pemekaran Daerah: Bukan Sekedar Bagi-bagi Kursi Kekuasaan

Dalam semangat kehadiran Provinsi Cirebon yang niscaya ini, tentu tidak dibangun oleh semangat bagi-bagi kursi kekuasaan, namun lebih kepada bagaimana masyarakat lebih sejahtera. Setiap desa secara adil mendapat porsi pembangunan yang sama baiknya. Pembangunan desa tidaklah terbatas pada pembangunan sarana fisik, namun yang lebih utama adalah pembangunan kesejahteraannya. Tingkat pendidikannya yang membaik, Solusi kesehatannya yang mudah terlayani serta kemampuan daya beli lebih kuat. Ini sesuai dengan Indikator Pembangunan Manusia (Human Development Index) yang dianut dunia Internasional.

 


One comment

  1. keinginan untuk menjadi sebuah provinsi adalah sebuah keniscayaan tanpa dimintapun. ketika sudah lengkap ketentuan sesuai yg ada…..kesejahteraan rakyat merupakan hal yg wajib diprioritaskan, bukan semata krn kepentingan dan ambisi semata…yg muda yg berkarya.