Program Sejuta Rumah Tidak Tercapai

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG –– Hingga kini, kebutuhan perumahan masih belum belum terpenuhi. Karenanya, pemerintah, pada awal 2015, menggulirkan program 1 Juta Rumah. Akan tetapi, dalam perkembangannya, program tersebut tidak tercapai. “Sulit tercapai. Kemampuan pemerintah sekitar 500 ribu unit rumah. Hingga Desember ini, angka 500 ribu unit rumah itu pun belum tercapai,” tandas Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (AP2ERSI), Endrawan Natadiwiria, dalam diskusi yang digelar Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (FORDISWEB) di Sekretariat FORDISWEB, Jalan Beruang 2 Bandung, Rabu (16/12).

Menurutnya, tidak tercapainya target pembangunan tersebut karena beberapa hal. Dalam hal suplai, jelas dia, para pengembang masih mengalami cukup banyak kendala. Misalnya, dalam hal perizinan. Kendala berikutnya, lanjut dia, dalam hal sumber pendanaan.

“Suku bunga perbankan di Indonesia untuk perumahan masih tergolong tinggi. Rata-rata, dua digit. Bahkan, lembaga perbankan pemerintah pun menetapkan suku bunga dua digit. Uniknya, ada beberapa perbankan swasta yang berani menetapkan suku bunga yang lebih rendah daripada perbankan pemerintah,” paparnya.

Pihaknya pun, ungkap dia, yang memproyeksikan pembangunan perumahan sebanyak 20 ribu unit, sulit tercapai. Hal itu, jelas dia, sebagai dampak beberapa hal yang hingga kini masih menjadi kendala tersebut.

Apalagi, lanjut dia, jika berkenaan dengan situasi ekomomi selama 2015 yang mengalami perlambatan. Daya beli masyarakat pun turun seiring dengan terjadinya inflasi sebagai efek depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, dalam kondisi seperti ini, kalangan pengembang lebih memilih wait and see alias menanti dan melihat perkembangan ekonomi pada 2016. “Apabila ekonmi membaik, kami bisa kembali berproduksi. Tapi, jika kondisinya cenderung turun, sangat mungkin, kami mengalami stuck bahkan stop produksi sementara,” tutup Edo, sapaan akrabnya. (ADR)

Related posts