Mahal, Biaya Perizinan Capai 20 Persen Investasi

jabartoday.com/erwin adriansyah
jabartoday.com/erwin adriansyah
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Ternyata, tidak mudah bagi para pelaku usaha, termasuk yang bergerak dalam bidang perumahan dan properti, untuk melakukan pengembangan bisnisnya. Pasalnya, hingga kini, masih terdapat berbagai hal yang menjadi kendala. Di antaranya, yang berkaitan dengan perizinan.

“Benar. Dalam bidang perumahan, perizinan memang masih menjadi kendala,” tandas Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (AP2ERSI), Endrawan Natadiwiria, dalam diskusi yang digelar Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (FORDISWEB) di Sekretariat FORDISWEB, Jalan Beruang 2 Bandung, Rabu (16/12).

Menurutnya, memang, ada beberapa peraturan menteri (permen) yang isinya memberi insentif dan kemudahan bagi para pengembang, yaitu untuk rumah hunian, baik landed house maupun vertical house. Akan tetapi, sambung Edo, sapaan akrabnya, faktanya, para pengembang masih sulit memperoleh izin.

Diutarakan, ironisnya, pemberi dan penerbit izin itu tidak membedakan pengembang yang membangun perumahan rakyat atau yang memperoleh Fasilitas Likuiditas Pinjaman Perumahan (FLPP) alias subsidi pemerintah dan perumahan komersil non-FLPP. Hal itu pun, kata Edo, terjadi dalam hal legalisasi lahan, yang kewenangannya adalah Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Untuk melakukan legalisasi lahan, lembaga tersebut pun menyamaratakan produk perumahan yang dikembangkan kalangan developer. “Mereka tidak melihat apakah perumahan yang dibangun pengembang itu adalah yang mendapat subsidi pemerintah atau komersil. Mereka melakukan perhitungannya berdasarkan kuantitas dan luas lahan,” urai Edo.

Selain tergolong ribet, Edo menilai, biaya perizinan pun termasuk tinggi. Bahkan, lanjutnya, biaya perizinan menghabiskan 20 persen dana investasi. Ironisnya, ungkap Edo, dari 20 persen tersebut, sebagian besar biaya bersifat tidak normatif. “Saya kira, jika ini terus berlanjut, sulit bagi pengembang untuk merealisasikan program 1 juta rumah yang dicanangkan pemerintah,” tutup Edo. (ADR)

Related posts