Politisi PDIP Yang Pijat Ceu Popong Harus Minta Maaf Secara Terbuka

SunatraJABARTODAY.COM – BANDUNG

Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Sunatra menyesalkan perbuatan anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Yulian Gunhar yang memijat dan bercipika-cipiki dengan Popong Otje Djundjunan dalam sidang paripurna, Rabu (1/10/2014) malam.

Menurut Sunatra memperlakukan pimpinan sidang seperti memijit, mencium tangan atau cipika-cipiki, merupakan sesuatu yang tidak etis bagi anggota dewan, khususnya DPR-RI. “Ceu Popong bukan hanya pimpinan sidang, tetapi dia adalah tokoh Jawa Barat yang sangat dihormati di Jawa Barat. Memperlakukan yang cenderung melecehkan, sama dengan melecehkan masyarakat Jawa Barat,” sesal Sunatra, Kamis (2/10/2014).

Sunatra menilai proses sidang yang alot dan terjadinya ketegangan merupakan hal yang biasa di parlemen, karena banyaknya kepentingan politik. Namun, yang dilakukan Yulian adalah perbuatan yang tidak bisa ditoleransi. Apalagi, dirinya menegaskan, Ceu Popong adalah politisi senior yang patut dicontoh karena kesantunan dan kental budaya Sundanya.

“Untuk itu saya meminta kepada pelakunya untuk meminta maaf kepada Ceu Popong secara pribadi dan masyarakat Jawa Barat secara umum. Permintaan maaf harus dilakukan secara terbuka lewat media massa,” ucap Sunatra yang juga anggota DPRD Jabar itu.

Sebelumnya, rapat paripurna pembentukan fraksi dan pemilihan paket pimpinan DPR-RI berjalan panas. Dua politikus PDI-P Adian Napitupulu dan Masinton Pasaribu bahkan maju ke depan meja sidang memaki Ceu Popong yang bertindak sebagai pimpinan sementara. Kemudian, Yulian yang baru masuk Senayan naik podium mencium tangan dan mencipika-cipiki wanita berusia 76 tahun tersebut.

Aksi ini mengundang kemarahan sejumlah anggota DPR-RI yang menyoraki Yulian. Meski disoraki, Yulian tak kapok dan kembali naik podium untuk memijat-mijat Ceu Popong. (VIL)

Related posts