Wednesday , 13 November 2019
Home » Ekonomi » Pesawat Kepresidenan Mendarat,  Bandara Terbesar Kedua di Tanah Air ini Resmi Beroperasi

Pesawat Kepresidenan Mendarat,  Bandara Terbesar Kedua di Tanah Air ini Resmi Beroperasi

Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia (RI) yang membawa rombongan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), sekalugus penanda resminya bandara di Kabupaten Majalengka itu beroperasi.
(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Setelah melalui proses yang begitu lama, akhirnya, publik Jabar dapat berbangga karena memiliki bandara berlevel global, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka. Bandara yang pengajuan usul dan rencananya bergulir pada 2006 itu, Kamis (24/5) resmi beroperasi.

Resminya bandara yang berlokasi pada lahan seluas 1.800 hektare itu ditandai oleh mendaratnya pesawat kepresidenan Republik Indonesia  (RI) yang membawa Presiden RI ke-7, Joko Widodo, sekitar pukul 09.19 WIB. Pendaratan pesawat berlangsung mulus dan disambut water salute ceremony yang disemprotkan 2 unit mobil pada sisi kanan dan kiri pesawat.

Namun, pengoperasian BIJB baru pada tahap awal. Pada tahap ini, bandara ini baru mengoperasikan 1 runway sepanjang 3.500 meter. Total area Terminal Penumpang, yang dapat menampung sekitar 5 juta orang penumpang dan 18 juta lalu lintas penumpang itu memiliki luas 121 ribu meter per segi. Selain itu, dalam hal kargo pun, rencananya, hingga 2045 mengalami perluasan mencapai 1,5 juta ton.

Mendaratnya pesawat kepresidenan itu pun secara otomatis menjadikan BIJB sebagai bandara terbesar ke-2 di Bumi Nusantara setelah Bandara Soekarnohatta Tangerang, Banten. Sebelumnya, Bandara Kualanamu Medan yang berpredikat bandara terbesar ke-2 di Indonesia.

Apabila pengoperasiannya benar-benar efektif, BIJB melayani sejumlah rute domsatik. Antara lain, Denpasar, Surabaya, Makasar, Balikpapan, dan Medan. Rencana lainnya, selain rute domestik, BIJB pun mengoperasikan rute penerbangan haji langsung ke Arab Saudi.  (win/berbagai sumber)