Home » Ekonomi » Rupiah Terdepresiasi, Ini Sikap Pengusaha TPT

Rupiah Terdepresiasi, Ini Sikap Pengusaha TPT

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG –– Sejak beberapa waktu terakhir, kondisi ekonomi nasional terpengaruh oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang mengalami depresiasi alias pelemahan. Nilai tukar rupiah menembus level Rp 14.000 per dolar AS.

Bagi sejumlah kalangan, termasuk dunia usaha, kondisi itu cukup nerpengaruh. Akan tetapi, bagi pelaku usaha yang bergerak sal bidang tekstil dan produk tekstil (TPT), depresiasi rupiah tidak terlalu menjadi kendala.”Sejauh ini, efek depresiasi rupiah belum kami rasakan,” tandas Sekjen Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar, Kevin Hartanto.

Kevin menilai depresiasi rupiah masih dalam batas wajar. Menurutnya, dolar AS berada dalam  posisi atau level yang mencari keseimbangan. Kevin berpendapat, ketidakkhawatiran terhadap depresiasi rupiah karena mayoritas sektor TPT berorientasi ekspor kendati bahan bakunya impor. Justru, seru dia, depresiasi rupiah berefek positif bagi industri yang miliki orientasi ekspor.

Namun, jika berbicara harga jual, Kevin memperkirakan, depresiasi rupiah berpotensi membuat harga mengalami kenaikan. Itu karena, kilahnya, ada beberapa komoditi bahan baku yangemang 100 persen impor, semisal kapas dan mesin spiner. “Sangat mungkin, harga benang naik,” tuturnya.

Walau begitu, lanjutnya, market industri TPT domestik pun tidak perlu khawatir. Pasalnya, terang dia, pada momen Ramadan, utamanya Idul Fitri, jelas dia, permintaan berpotensi meningkat.  (win)