Persib Hajar UPI 13-1

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Bergabungnya tiga pemain tim nasional, Firman Utina, Supardi dan M.Ridwan, dengan Persib Bandung, menggelitik sang pelatih, Djadjang Nurdjaman, untuk segera menjajal kemampuan mereka.

Tidak menunggu lama, pelatih yang akrab disapa Djanur itu langsung mengadakan uji coba di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (29/10). PS UPI menjadi lawan tanding Maman Abdurrahman cs.

Pada pertandingan kali ini, tim mengalami perubahan signifikan, yang terlihat dari penyerangan di sektor sayap kanan, yang diperkuat tiga mantan punggawa Sriwijaya FC Palembang musim lalu. Sehingga, memudahkan Dzumafo Herman Epandi menjaringkan 6 gol ke gawang UPI, yang 4 diantaranya dilesakkan di babak pertama.

Meski begitu, pada laga perdananya bersama Persib, kiper l Made Wirawan harus rela kebobolan di menit ke-10 setelah pemain PS UPI berhasil mengecoh Tony Sucipto dan Maman di dalam kotak penalti.

Di babak awal, Djanur menurunkan I Made Wirawan, Tony, Maman, Abanda Herman, Supardi, Mbida Messi, Asri Akbar, Atep, Firman Utina, M Ridwan dan Dzumafo, dengan formasi 4-2-3-1.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Atep dkk langsung memberikan tekanan penuh terhadap tim lawan dan memegang kontrol pertandingan. Supardi, M Ridwan dan Firman, tampaknya tidak menemui kesulitan untuk dapat mengontrol bola dengan baik.

Praktis, 45 menit berjalan, alur bola terus berada di sisi kanan. Namun begitu, sesekali bola bergulir ke sisi kiri, dimana Atep dan Tony lebih sering terlihat menganggur. Hingga turun minum, PS UPI tidak mampu menambah pundi gol. Sehingga kedudukan 4-1 untuk kemenangan Maung Bandung.

Memasuki babak kedua, mantan asisten pelatih Pelita Jaya ini, merubah formasi menjadi 4-4-2 dimana peran George Parfait Mbida Messi digantikan Airlangga Sucipto. Beberapa pemain juga diganti oleh Djanur, seperti Tony digantikan Jajang Sukmara, Cecep Supriatna mengganti I Made Wirawan, Aang Suparman mengganti Maman, Sigit Hermawan mengganti M Ridwan, M Agung Pribadi mengganti Supardi dan Dipi mengganti Firman.

Masuknya Jajang Sukmara mampu menghidupkan sektor serangan sebelah kiri, yang sebelumnya diisi Tony. Perpindahan alur bola dari sisi kiri dan kanan terlihat sangat jelas. Sehingga, delapan gol mampu kembali dikoleksi anak asuh Djanur hingga pertandingan usai. Ketujuh gol itu sendiri dihasilkan Dzumafo Efandi (6), Abanda Herman, Atep (3), Airlangga Sucipto (3).

Seusai pertandingan, Djanur mengaku sangat senang dengan permainan yang ditunjukkan anak asuhnya. Namun, menurut Djanur, tim masih banyak melakukan kesalahan yang harus kembali diperbaiki.

“Kita menang besar secara permainan. Namun, kita juga melihat tim lawan kita yang memang berada di bawah level kita. Yang terpenting dari pertandingan ini adalah, untuk melihat sampai dimana kekuatan tim. Kita bisa koreksi kekurangan, dan menurut saya tim masih banyak melakukan kesalahan. Seperti passing yang masih banyak kesalahan,” kata Djanur.

Di sisi lain, dirinya mengungkapkan kegembiraan, lantaran telah terjadi perubahan di sektor kanan dengan hadirnya tiga mantan pilar Laskar Wong Kito, pada laga uji coba pagi tadi.

“Hanya belum diimbangi dari sektor kiri. Ini yang harus kita benahi ke depannya. Kehadiran pemain timnas cukup besar pengaruhnya pada tim,” ucapnya.

Dirinya juga menuturkan, perubahan formasi dari 4-2-3-1 menjadi 4-4-2 di babak kedua, tak lain sebagai persiapan yang dilakukan untuk kompetisi Liga Super Indonesia musim 2012/2013 yang akan segera bergulir, 5 Januari 2013. “Formasi nanti yang kita pakai, disesuaikan dengan lawan,” ungkapnya.

Menanggapi satu gol yang mampu diceploskan oleh lawan. Mantan pemain Persib era 90-an ini mengakui, jika lini belakang masih perlu diperbaiki. Terutama skill individu para penggawanya.

“Lini belakang masih kecolongan, satu lawan satu masih kalah. Itu jadi PR juga buat kita. Tapi secara organisasi sudah oke,” tutupnya. (AVILA DWIPUTRA)

Related posts