Tuesday , 10 December 2019
Home » Ekonomi » Permudah KCR, BJB Bangun 12 Titik Pelayanan

Permudah KCR, BJB Bangun 12 Titik Pelayanan

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Memberi kemudahan kepada nasabah menjadi salah satu strategi yang diusung PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb. Salah satu bentuk kemudahan pelayanan itu terdapat pada skema penyaluran kredit bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM).

“Kami terus berupaya memberi kemudahan pelayanan kepada para nasabah termasuk pelaku UMKM. Untuk itu, kami bersiap membangun 12 titik pelayanan di Jabar,” tandas Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan, usai
membuka Seminar Kewirausahaan Debitur Kredit Cinta Rakyat (KCR) dan Pelaku UMK se-Bandung Raya di GOR bank bjb, Jalan Naripan Bandung, Selasa (22/12).

Dijelaskan, ke-12 titik itu tersebar di berbagai wilayah. Antara lain, sebutnya, Bandung sebanyak 6 titik. Lalu, lanjut Ahmad Irfan, Wilayah II sebanyak 2 titik, dan Wilayah IV sejumlah 4 titik.

Titik-titik pelayanan itu, sambungnya, sebagai sarana untuk memudahkan penyaluran kredit mikro, khususnya dalan program KCR. Hadirnya titik-titik itu, tuturnya, juga sebagai upaya lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten ini guna lebih menjangkau masyarakat dan par pelaku UMKM.

Berbicara tentang nilai KCR yang tersalurkan, Ahmad Irfan mengutarakan, sejauh ini, nilainya mencapai ratusan miliar. Angkanya, ungkap dia, berada pada level Rp 450 miliar.

Untuk 2016, beber Ahmad Irfan, pihaknya siap menyalurkan dana KCR Tahap V. Nilai dananya, ungkap Ahmad Irfan, puluhan miliar. Tepatnya, sahut dia, sebesar Rp 50 miliar.

Menurutnya, KCR merupakan program Pemerintah Provinsi Jabar. Skema pembiayaan bersuku bunga 8,3 persen per tahun ini, jelasnya, merupakan jurus Pemprov Jabar untuk mengentaskan kemiskinan. Itu karena, ujarnya, KCR berkaitan erat dengan program Pemprov Jabar dalam hal melahirkan 100 ribu wirausaha baru.

“Harapannya, program ini dapat membantu para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya supaya berdaya saing lebih tinggi. Kabar yang menggembirakannya, sejak KCR bergulir, sektor UMKM mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja. “Jumlah tenaga kerja yang terserap sekitar 31 ribu orang,” pungkasnya. (ADR)