Saturday , 23 November 2019
Home » Headline » Apa kata Mereka tentang Film “Bulan Terbelah di Langit Amerika’

Apa kata Mereka tentang Film “Bulan Terbelah di Langit Amerika’

aJABARTODAY.COM-BANDUNG. Film “Bulan Terbelah Di Langit Amerika” memberi perspektif baru dalam hubungan Islam dan Barat, khususnya sisi lain dari Peristiwa 9/11. Film yang diadaptrasi dari Novel karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra ini mengisahkan tentang jurnalis wanita bernama Hanum dan mahasiswa Ph.D, Rangga (suaminya) di Amerika Serikat dengan latar tragedi runtuhnya gedung menara kembar (World Trade Center) pada 11 September 2001.

Isu sentral dari film ini adalah: Apakah Dunia akan lebih baik tanpa Islam? (Would the World be better without Islam). Jawaban film ini: tidak mungkin. Dunia sangat membutuhkan Islam sebagai agama yang mengajarkan kedamaian dan kasih sayang. Uang, nafsu dan kekuasaanlah yang membuat Dunia jadi terbelah dan memicu sikap permusuhan. Hal ini ditunjukkan oleh sosok Ibrahim Hussein yang dipanggil ‘Abe’. Ia berusaha menyelamatkan sejumlah orang menjadi korban peristiwa menara kembar tersebut.

Apa kata penonton tentang film besutan sutradara Rizal Mantovani ini? Berikut kesan-kesan mereka:

Arman Tirtajaya (guru):
Good job, Hanum & Rangga! Your success to promote Islam in daily lives has been accomplished. My two thumbs are my description of acknowledgement and appraisal for your “Bulan Terbelah di Langit Amerika” movie production.

Fahrus Zaman Fadhly (dosen, praktisi media):
Kami nonton sekeluarga. Film “Bulan Terbelah Di Langit Amerika” ini luar biasa. Film ini menjadi jembatan untuk membangun saling pengertian antara Islam dan Barat. Islam sejatinya mengajarkan kedamaian dan kasih sayang dan menjauhkan umatnya dari tindak kekerasan. Film karya puteri tokoh reformasi Prof. Amien Rais ini, bernas dan mencerahkan! Sayang bila dilewatkan.

Dian Rahmawati (guru)
Reading Challenge Community SMANJA goes to Bandung. Beralih peran sejenak dari seorang guru menjadi’teman’ anak anak komunitas ini. Mereka ingin mengisi waktu liburnya dengan nobar film yang novelnya sudah mereka baca dan review ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’. Diakhiri diskusi kecil membandingkan format novel dengan filmnya serta moral lesson apa yg bisa diambil dari film ini? Sebarkan dan tunjukkan Islam sebagai Rahmatan lil’alamiin. Mulai dari diri kita guys… Hari yang menyenangkan di awal liburan.

Nur Fathiyya Zahira Mujahidah (pelajar)
Film “Bulan Terbelah Di Langit Amerika” ini bagus sekali. Sama-sama inspiratif seperti karya Mbak Hanum sebelumnya: 99 Cahaya di Langit Eropa. Karena nonton film ini, saya jadi pengin menuntut ilmu di Eropa dan ikut menjelaskan
bahwa Islam agama yang lurus, baik pada tetangga termasuk non-Muslim, dan mengajarkan kasih sayang kepada segenap manusia. Hayu teman-temanku di SD SIAS Cihanjuang Bandung Barat, segera nonton film karya mbak Hanum ini, nanti neyesel lho…

Nurul Wahidah (ibu rumah tangga & konsultan pendidikan)
Film ini bernas dan mencerahkan. Sosok Philipus Brown, sosok milyuner yang membuka tabir tentang kemuliaan seorang Abe (Ibrahim Hussein), yang menyelamatkan banyak orang termasuk dirinya di saat-saat momen runtuhnya gedung WTC di New York. Suami Azima dan ayah Sarah, yang dituduh teroris itu, justru dia sosok pahlawan dan penolong, muslim yang taat dan ayah yang penyayang. Kami tunggu karya-karya mbak Hanum selanjutnya!

Bagi Anda yang penasaran, film ini masih diputar di sejumlah bioskop di kota-kota besar di Indonesia. Sayang bila dilewatkan. (rus/sep)