Peritel Jual 80 Persen Produk Lokal

ritelJABARTODAY.COM – BANDUNG
Pada era persaingan yang makin ketat, idealnya, produk lokal menjadi tuan rumah. Artinya, kandungan lokal, baik bahan baku, maupun berupa barang jadi produk dalam negeri harus diperkuat, sehingga memiliki daya saing tinggi. Untuk itu, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan dan mendorong pemanfaatan kandungan lokal. Upaya itu berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54/2010 tentang pemanfaatan kandungan lokal.
 
Menyikapi hal itu, Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Jawa Barat Henri Hendarta menyatakan, pada dasarnya, para peritel sudah memenuhi kriteria dan ketentuan sesuai dengan regulasi tersebut. “Tidak ada masalah. Itu karena sejauh ini, para pelaku ritel memperjualbelikan 80 persen produk-produk lokal,” tukas Henri, Jumat (5/9/2014).
 
Dikatakan Henri, penjualan 80 persen produk lokal itu mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan No 70/2013. Inti regulasi tersebut, jelasnya, pelaku ritel harus menjual produk lokal hingga 80 persen. Sejauh ini, ungkap dia, komponen produk lokal yang diperjualbelikan, rata-rata, melebihi 80 persen.
 
Mayoritas, ucap dia, produk lokal tersebut adalah komoditi makanan (food). Sisanya, lanjut dia, komoditi lain non-food, semisal asesoris, busana, dan lainnya.
 
Henri mengatakan, selama ini, ada beberapa peraturan yang harus dipenuhi para produsen lokal agar produknya dapat masuk pasar ritel, seperti hypermarket, supermarket, dan minimarket. “Misalnya, kalau makanan kemasan, harus mencantumkan kode. Untuk produk dalam negeri, harus terdapat kode MD atau Makanan Dalam Negeri,” terangnya.
 
Begitu pula dengan produk makanan home industry yang termasuk skala usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Salah satunya, jelas dia, wajib mengantungi sertifikat Produk Industri Rumah Tangga (PIRT). Pihaknya pun, kata dia, selama ini, turut membantu pengembangan bisnis home industry.
 
Caranya, memberi bantuan para pelaku home industry. “Apabila belum memiliki merek dagang, mereka dapat menggunakan merek atau label toko. Kami pun turut membantu hal lainnya, seperti packaging, termasuk permodalannya,” tutup Henri. (ADR)

Related posts