Thursday , 21 November 2019
Home » Peristiwa » Perempuan Cantik Bagikan Bunga saat Aksi Damai

Perempuan Cantik Bagikan Bunga saat Aksi Damai

JABARTODAY.COM – BANDUNG Lima orang perempuan cantik tampak berdiri di pinggir jalan, tepatnya di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (10/9). Mereka terlihat sedang membagikan bunga kepada pengendara yang melintas di depan gedung Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut. 

Pembagian bunga ini merupakan salah satu rangkaian dari aksi damai yang digelar Gerakan Masyarakat Jawa Barat Anti Korupsi. Dalam aksi itu, massa mendukung adanya revisi terhadap Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, yang wacananya tengah bergulir saat ini. 

Dukungan terhadap revisi UU KPK agar lembaga anti rasuah tersebut lebih baik kedepannya. Hal ini juga agar KPK semakin profesional dalam lakukan penegakan korupsi di Indonesia. 

“Kita mendukung adanya revisi Undang-Undang KPK agar kedepannya KPK ini makin profesional dan makin kuat dalam melakukan pemberantasan korupsi,” cetus Ferry Handoyo, koordinator lapangan, disela-sela aksi. 

Ferry pun mengungkap, pihaknya menyiapkan 100 bunga untuk diberikan kepada masyarakat. Aksi mendukung RUU KPK ini dilakukan, karena pihaknya menilai kondisi KPK masih lemah. Maka itu, pihaknya mendorong agar pemerintah benar-benar merealisasikan suara rakyat yang ingin adanya penguatan melalui RUU KPK. 

“Kita dukung RUU KPK, dan mendorong pemerintah untuk selalu mendukung suara rakyat. Karena suara rakyat yang harusnya paling didengar. Karena kritik dari para rakyat ini yang paling penting,” katanya.

Ada beberapa sikap yang diserukan Gerakan Masyarakat Rakyat Jabar Anti Korupsi, yakni mendukung penuh revisi UU KPK demi KPK yang lebih baik, tegas, berintegritas dalam pemberantasan korupsi. KPK wajib diawasi agar para penyidiknya tidak liar. Revisi UU KPK mengakomodir semangat pencegahan, koordinasi, dan kerja sama antar lembaga penegak hukum. 

Puluhan peserta aksi juga mendukung penuh kinerja panitia seleksi pimpinan KPK. Dukungan tersebut agar pansel dapat menemukan calon pimpinan KPK yang berani dan dapat menjadi tumpuan masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi di negara ini. 

“Justru revisi UU KPK bukan untuk melemahkan, tapi memerkuat KPK agar kedepannya semakin profesional dan berintegritas dalam melakukan pencegahan, juga pemberantasan korupsi,” serunya. (*)