Penjualan Pertamax Naik Drastis

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Ternyata, ada efek positif bagi bisnis PT Pertamina di balik putusan pemerintah untuk menaikkan harga jual dua jensi bahan bakar minyak (BBM) subsidi, premium, yang menjadi Rp 8.500 per liter, sebelumnya Rp 6.500 per liter, dan solar, yang kini Rp 7.500 per liter atau naik Rp 2.000 per liter. Itu terlihat pada peningkatan penjualan BBM non-subsidi, yaitu Pertamax.

“Informasi yang kami terima, khusus Jawa Bagian Barat, terjadi peningkatan konsumsi Pertamax pada berbagai SPBU. Peningkatannya signifikan, yaitu 30-200 persen lebih tinggi daripada konsumsi normal atau sebelum putusan kenaikan BBM subsidi,” tandas Milla Suciyani, External Relation PT Pertamina (Persero) Pemasaran Jawa Bagian Barat, dalam rilisnya, Jumat (21/11).

Pihaknya, ucap Milla, mengapresiasi masyarakat yang menyadari manfaat penggunaan BBM non-subsidi, yaitu Pertamax Series, yang terdiri atas, Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamina Disel Extra (DEX). Untuk itu, lanjut Milla, pihaknya terus berusaha menjaga ketersediaan stoknya. Caranya, ungkap dia, mengintensifkan monitoring, baik BBM subsidi, maupun non-subsidi. “Itu untuk memastikan ketersediaannya sehingga kebutuhan terpenuhi,” tutup Milla. (ADR)

Related posts