Pembatasan BBM, Dunia Usaha Rugi Besar

  • Whatsapp
kompasiana.com
kompasiana.com

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Selama hampir satu pekan terakhir, dunia usaha di Indonesia, khususnya, Jawa Barat, kemungkinan besar, berada dalam kecemasan. Pasalnya, selama itu, terjadi pembatasan penjualan bahan bakar minyak bersubsidi. Bagi dunia usaha, kondisi itu sangat memberatkan.

“Situasi yang berkembang dapat membuat para pelaku usaha dan industri, tidak hanya skala besar, tetapi juga kecil dan mikro, mengalami kerugian yang tidak sedikit,” ujar Ketua Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Barat, Dedy Widjaja, Rabu (27/8/2014).

Dedy meneruskan, jika tidak ada perubahan dalam beberapa bulan mendatang, dunia usaha dan industri terancam. Ancaman terbesar, lanjut dia, yaitu mengalami kolaps. Jika itu dunia usaha dan industri kolaps, tidak tertutup kemungkinan, mengalami kebangkrutan. Efeknya, lanjut dia, terjadi pemutusan hubungan kerja besar-besaran. “Akibatnya, ekonomi nasional menjadi lemah,” tutur dia.

Dia menilai pemerintah pemerintah jangan bermain-main dalam hal BBM. Dedy menegaskan, jika memang beban alokasi dan anggaran subsidinya terlalu besar, jangan memaksakan adanya kebijakan yang berefek negatif, seperti pembatasan atau pengurangan pasokan. “Lebih baik naikkan harganya. Ini supaya ada kepastian karena kami, para pelaku usaha sangat membutuhkan kepastian, Adanya kepastian membuat kami bisa melakukan penyesuaian harga jual. Yang terjadi saat ini, kami sulit melakukan penyesuaian harga,” sahut dia.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Jabar Bidang Kemitraan dan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah Iwan Gunawan menambahkan, jika kondisi kelangkaan BBM terus berlanjut, dampaknya banyak UMKM yang terancam gulung tikar. “Bagi UMKM, efek kelangkaan BBM bukan hanya kenaikan biaya distribusi, melainkan seluruh biaya operasional,” jelas Iwan.

Itu karena, terangnya, langkanya BBM berpotensi membuat terjadinya kenaikan harga bahan baku. Pada sisi lain, Iwan menandaskan, kondisi yang terjadi saat ini, dapat makin melemahkan daya beli masyarakat. (ADR)

Related posts