Hadapi Pasar Bebas, Pelaku UKM Harus Bergerak

  • Whatsapp
www.ayogitabisa.com
www.ayogitabisa.com

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Kementerian Perdagangan meminta usaha kecil dan menengah untuk terus melakukan inovasi agar dapat bersaing saat dibukanya Pasar Bebas Asean tahun 2015.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak mengatakan, para pelaku UKM harus mulai bergerak dan berpikir kreatif karena produk-produk yang dihasilkan harus sesuai dengan pasar. “Hal ini sebagai upaya persiapan menghadapi Asian Economic Community yang akan membuka peluang sekaligus tantangan pasar bagi pelaku UKM,” ujarnya, di Grand Preanger Hotel, Rabu (27/8/2014).

Saat ini, dijelaskan Nus, pihaknya sedang menggenjot 6000 UKM di Indonesia agar meningkatkan kreativitas dan pengetahuan dalam rangka mempersiapkan pasar bebas tahun depan. Menurutnya, setelah mereka meningkatkan kretivitas produknya, maka pelaku usaha harus menjalin kemitraan secara kontinyu dengan buyer luar negeri.

“Pelaku usaha harus menindaklanjuti hubungan dagang dengan beberapa negara. Karena selama ini kontinuitas selalu terhambat oleh kreativitas produk dalam memenuhi ekspor,” tegasnya.

Pada 2014, Kemendag menetapkan target ekspor sebesar 4,1% atau senilai 190 miliar Dollar AS dengan proyeksi peningkatan ekspor nonmigas 2014 sebesar 5,5%-6,5% atau 158-160 miliar Dollar AS. Proyeksi pertumbuhan ekspor tersebut kemudian dibagi ke dalam kelompok pasar serta produk utama dan prospektif.

Pihaknya, dituturkan Nus, mengapresiasi kinerja ekspor Jawa Barat yang menunjukkan capaian menggembirakan pada periode Januari-Mei 2014 dengan nilai 11,16  miliar Dollar AS, naik 2,25% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Sementara ekspor non-migas sendiri tercatat 10 miliar Dollar, menurun 0,61% dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Ekspor non-migas Jabar disumbang 3 produk utama, yakni kimia organik 115,8 juta Dollar, minyak mineral 82,4 juta Dollar, dan produk besi baja 46,8 juta Dollar,” ungkapnya. (VIL)

Related posts