Pasar Seni ITB, Angkat Kegalauan Masyarakat Indonesia

DSC06991JABARTODAY.COM – BANDUNG

Perhelatan Pasar Seni Institut Teknologi Bandung 2014 yang bernuansa seni terbesar se-Asia Tenggara, dipastikan akan digelar pada Minggu 23 November 2014. Hal itu untuk mengulang Pasar Seni ITB yang diselenggarakan pertama kali di tahun 1972.

“Hanya sehari saja. Ini mengulang apa yang dilakukan sejak 1972. Targetnya 500 ribu pengunjung, gratis pula. Nah perintisnya itu Pak But Muhtar dan AD Pirous. Bersyukur Pak AD Pirous masih ada diantara kita,” ujar Dosen Seni Rupa ITB, Tisna Sanjaya, di Galeri Soemardja–ITB, Senin (11/8/2014).

Ya, AD Pirous, merintis kegiatan itu usai menyaksikan Art Fair di New York, Amerika Serikat, yang di dalamnya berisikan para seniman yang menjual hasil karya mereka dengan murah namun menguntungkan. Berangkat dari situlah, Pirous bersama But Muchtar menggagas kegiatan seni yang dapat menjamah seluruh kalangan masyarakat.

Namun, bagi pihak penyelenggara, ajang ini merupakan pertaruhan besar. Dosen Seni Rupa ITB, A. Rikrik Kuswara, tidak menutupi kegugupannya saat mempersiapkan acara ini beberapa bulan lalu. “Ini ‘kan laboratorium seni bagi mahasiswa kami. Inginnya sih Pak Rektor nyumbang dana,” kata Rikrik.

Disinggung tema Pasar Seni ITB 2014, yakni Antara Aku, Ketua Pelaksana Ignatius Gerry mengatakan, hal itu muncul usai mengamati secara seksama fenomena masyarakat Indonesia kala ini. “Ini menyangkut kegalauan manusia dengan aneka gadget dewasa ini. Tak heran kan, sering kita temukan orang asyik sendiri dengan smartphone tanpa peduli dunia sekitar. Inilah salah satu yang akan kita eksplor dalam konteks art fair bercita rasa nusantara,” imbuhnya.

Di akhir konferensi pers, tersaji performing art berupa break dance yang menampilkan para penarinya “asyik sendiri” bermain smartphone. (VIL)

Related posts