Keterisian Rumah Sakit di Jabar Menurun

  • Whatsapp
Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar Ridwan Kamil, memberikan keterangan pada awak media, di Mapolda Jabar, Kamis (8/4/2021). (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, banyak kabar baik berdatangan ketika pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dilakukan, termasuk tidak ada lagi zona merah di Jabar untuk periode 29 Maret-April 2021.

“Berita baik di minggu ini tidak ada zona merah lagi, kemudian keterisian rumah sakit turun tinggal 46 persen, saat ini kita akan fokuskan pada persiapan Ramadan,” ucapnya, usai rapat koordinasi Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar, di Markas Polda Jabar, Kamis (8/4/2021).

Oleh karena itu, pelaksanaan ibadah saat Ramadan hanya diperbolehkan 50 persen kapasitas tempat, guna mendukung penerapan PPKM mikro yang telah diperpanjang hingga 19 April mendatang.

“Karena pada prinsipnya, Covid-19 ini masih berhubungan dengan kerumunan, di mana ada kerumunan di situ ada potensi, ada kerumunan masjidnya penuh ada kerumunan kalau buka bersama terlalu ramai,” paparnya.

Tak hanya itu, guna menyiasati potensi lonjakan mudik Lebaran, pihaknya pun meminta Polri dan TNI simulasi dengan memerkuat titik-titik penyekatan di perbatasan.

Baca Juga

“Untuk mudik simulasi sudah kami lakukan titik penyekatan, teknologi untuk pengetesan Covid-19 sudah kita siapkan. Berbeda dengan tahun lalu yang hanya mengandalkan rapid antibodi. Tahun ini ada rapid antigen dan GeNose, sehingga dengan harga terjangkau pengetesan bisa lebih massal. Sedangkan untuk ASN Pemprov Jabar yang akan mudik, kegiatannya harus benar-benar ada izin tertulis dari atasan,” paparnya.

Selain itu, dia menekankan, penyesuaian kapasitas 50 persen pengunjung pun berlaku bagi masyarakat yang hendak pergi ke tempat wisata.

“Nah titik pariwisata juga dibatasi tidak menjadi pelarian orang yang tidak mudik, tapi berwisata juga, kuncinya selama Covid-19 ini bukan soal boleh tidak bolehnya, tapi pada keterbatasan kapasitas,” terang Emil, sapaan akrabnya.

Apabila selama mudik Lebaran masyarakat yang terlanjur datang ke kampung halaman, atau tidak terdeteksi, Emil meminta babinsa dan bhabinkamtibmas melakukan skrining.

“Kepada orang yang terlanjur datang ke kampung halaman, istilahnya tidak terdeteksi, harus karantina selama lima hari. Saya titipkan kepada kepala desa, babinda, bhabinkamtibmas, satpol PP untuk melakukan persiapan dan mengarantina mereka yang keburu lolos. Kita harapkan ini membawa keberhasilan, karena setiap libur panjang datanya selalu meningkat, semoga dengan adanya itu bisa ditekan,” pungkas Gubernur Jabar. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *