Wednesday , 20 November 2019
Home » Bandung Raya » Kepulan Asap Panikkan Pengunjung BIP

Kepulan Asap Panikkan Pengunjung BIP

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Apa jadinya jika sebuah pusat keramaian, semisal mal, mengalami kebakaran saat ramai dikunjungi? Tentunya, kepanikan para pengunjung yang terjadi. Kondisi itulah yang terjadi pada saat asap yang cukup pekat mengepul di Bandung Indah Plaza, Jalan Merdeka Bandung, Rabu (28/1) sekitar pukul 11.30.

Begitu para pengunjung mengetahui ada kepulan asap pada lantai dua, sontak, mereka berlarian. Mereka panik. “Iya, Kang. Pasti panik. Ada asap. Kami khawatir dan takut terjadi apa-apa,” aku Dadi, pemuda asal Cihanjuang, Kota Cimahi, yang saat itu berkunjung ke BIP bersama beberapa rekannya.

Dadi mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi atau titik mana di pusat pertokoan tersebut. Pemuda perlente itu panik ketika mendengar adanya kepulan asap dan melihat pengunjung-pengunjung lainnya berlarian.

Sementara itu, informasinya, api mulai berkobar pada toko tas dan sepatu, Misyelle. Berkat kesigapan para petugas Dinas Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran Kota Bandung, api tidak merembet pada lokasi lain, termasuk toko tas dan sepatu tersebut.

“Dugaan kami, api mulai berkobar sekitar pukul 11.30 pada plafon bagian atas toko itu,” tandas Kepala Dinas Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran Kota Bandung Ferdi Ligaswara. Guna mengantisipasi api berkobar lebih besar dan merembet pada toko lain, pihaknya melakukan beberapa cara. Di antaranya, jelas dia, selama sekitar 5 menit, pihaknya menggunakan detektor untuk mendinginkan. Detektor itu untuk mencegah terjadinya pengalihan listrik yang berpotensi membuat api kembali berkobar. Antisipasi lainnya, sambung Ferdy, jajarannya mengerahkan 3 unit kendaraan pemadam kebakaran dan 1 mobil resque.

Mengenai sumber api, Ferdy menyatakan, sejauh ini, pihaknya belum dapat memastikannya. Akan tetapi, perkiraannya, kata Ferdy, percikan api terjadi karena terjadinya hubungan arus pendek pendingin ruangan. “Soal itu, kami berkoordinasi dengan jajaran kepolisian. Penyelidikannya, kami serahkan kepada mereka (kepolisian),” sahutnya.

Di tempat yang sama, Andri Wibowo, Marketing BIP, menegaskan, pihaknya senantiasa melakukan sosialisasi dan pengetahuan mengenai cara bersikap saat terjadi kondisi darurat, seperti kebakaran, kepada para karyawannya. Hal ini, jelas dia, demi kebaikan bersama.

Soal sistem pemadam kebakaran, Andri menyatakan, pihaknya memiliki sejumlah sistem pengamanan. Sejauh ini, klaim dia, semuanya tergolong baik. Namun, Andri mengaku belum mengetahui sumber dan penyebab terjadinya kebakaran pada lantai 2 tersebut. “Yang jelas, kami menyerahkannya kepada kepolisian. Kami menunggu hasil penyelidikannya,” tutup Andri. (ADR)