Thursday , 21 November 2019
Home » Ekonomi » Kembangkan Tiga Destinasi Wisata jadi Kelas Dunia, Ini yang Pemerintah Siapkan

Kembangkan Tiga Destinasi Wisata jadi Kelas Dunia, Ini yang Pemerintah Siapkan

 

Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dapat menjadi penunjang ekonimi, termasuk sektor pariwisata Jabar.  (jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG –– Sejatinya, banyak daerah di Tatar Pasundan yang memiliki potensi dan daya tarik wisata yang tidak kalah oleh destinasi lainnya, seperti Lombok, Bali, Yogyakarta, dan lainnya. Buktinya, ada tiga destinasi wisata yang masuk perencanaan untuk berada pada level world class, yaitu Kota Bandung, Geopark Ciletuh, dan Pantai Pangandaran.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMD Jabar  2018-2023 di Grand Ballroom The Trans Luxury Hotel, Bandung, menyatakan, Kota Bandung punya keunggulan sebagai wisata belanja.

“Geopark Ciletuh diakui dan ditetapkan dunia sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Sedangkan Pantai Pangandaran memiliki sejumlah spot surfing kelas dunia,” tandas Arief.

Arief melanjutkan, guna mendukung dan merealisasikan pengembangan tiga destinasi kelas dunia sebagai unsur penting dalam 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibiltas) pariwisata, pemerintah menyiapkan dukungan aksesibililitas yang memadai menuju lokasi. Utamanya, kata dia, bandara, pelabuhan, maupun akses tol.

Arief melanjutkan, untuk bandara, ada Bandara Husein Sastranegara, yang berkapasitas 1 juta penumpang. Bandara itu, tuturnya, menempati peringkat 3 dari total 60 bandara dan berpredikat kategori Best Airport by Size berdasarkan survey Airport Service Quality (ASQ) yang dilakukan Airport Council International (ACI) pada 2017 terhadap 317 bandara.

Kini, jalur transportasi udara Jabar kian kuat. Itu karena, tukasnya, kini, Jabar pun punya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang mulai beroperasi 24 Mei 2018. Sejumlah maskapai antara lain Citilink, Lion Air, Trans Nusa membuka rute penerbangan di BIJB.

Untuk aksesibilitas darat, sambung Arief, pembangunan jalur kereta Rancaekek-Tanjungsari sepanjang 11,5 kilometer yang terkoneksi dengan pembangunan jalur KA menuju Bandara Internasional Kertajati, mulai bergulir. Lalu, kata dia, adanya reaktivasi jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang sepanjang 82,0 kilometer dan Bandung-Ciwidey sejauh 37,8 kilometer.

Akses menuju Geopark Ciletuh, ungkap Arief, saat ini berlangsung pembangunan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), yang uji cobanya Oktober 2018 dan sudah layak digunakan. “Sementara sebagai mendukung wisata bahari, akses Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang yang ground breaking-nya akhir Juli 2018 lalu. Proyeksinya, Patimban, yang bertaraf internasional, beroperasi pada 2019,” kata Arief.

Tidak itu saja, ungkap Arief, pemerintah pun mengembangkan nomadic tourism yang pengoperasiannya oleh pelaku usaha pariwisata untuk glamcamp. Lokasinya, ucap dia, antara lain Rancabali, Orchid Forest Cikole Lembang, dan kawasan wisata Situ Patenggang. (win)