
Belum lama ini, lembaga BUMN yang merupakan industri strategis nasional tersebut menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak. Yang terkini, lembaga BUMN yang berkantor pusat di Jalan Soekarnohatta Bandung tersebut bersepakat dengan perusahaan Taiwan, Anliatec Technology Company Limited. “Kerjasamanya, dalam hal investasi dan proyek renewable energy,” tandas Manajer Komunikasi PT LEN Industri (Persero), Donny Gunawan..
Dikatakan, ada beberapa cakupan dalam kerjasama dengan perusahaan Taiwan tersebut. Yaitu, ungkapnya, pengembangan, pembangunan, investasi, keuangan, dan fasilitas manufaktur produk tenaga surya serta proyek IPP (Independent Power Producer) di Indonesia.
Tidak hanya dengan Taiwan, imbuhnya, pihaknya pun bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), PT Medco, Universitas Gajah Mada (UGM), dan Pemerintah Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Bentuk kerjasama tersebut dalam hal pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Teknologi Energi Surya.
“Kesepakatan ini untuk pengembangan energi terbarukan, terutama energi surya. Selain itu, juga menjadikan Yogyakarta sebagai Center of Excellence (COE) PLTS melalui fasilitas dan kebijakan pemerintah,” kata Donny.
Diutarakan, COE PLTS ini menyusun beberapa langkah, di antaranya, segera mengembangan bisnis model, inovasi teknologi, feasibility studies, implementasi. dan komersialisasi PLTS. (ADR)





