Kembangkan Branchless Banking, BJB Jajaki Peritel

Foto: WEB
Foto: WEB

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Memiliki jaringan yang luas menjadi salah satu unsur penting dalam upaya meningkatkan kinerja bisnis. Hal itu pun berlaku dalam dunia perbankan. PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb juga melakukan hal yang sama. Namun, kali ini, pengembangan jaringannya bukan berupa jaringan fisik, seperti kantor atau sejenisnya, melainkan secara virtual alias branchless banking.

“Salah satu rencana bisnis kami pada tahun ini yaitu mengembangkan skema branchless banking,” tandas Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan, pada sela-sela Penganugerahan Service of Execence bank bjb di Kantor Pusat bank bjb, Jalan Naripan Bandung, belum lama ini.

Menurutnya, pengembangan branchless banking menjadi salah satu upaya lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten tersebut guna meningkatkan sistem pelayanan pada semua lini bisnis. Teknisnya, jelas dia, pihaknya mencoba melakukan penjajakan dengan berbagai pihak dan sektor dalam hal pengembangan branchless banking. Satu di antaranya, sektor ritel, yaitu minimarket.

“Kami sudah bertemu dan berbicara dengan salah satu minimarket mengenai kemungkinan kerjasama pengembangan branchless banking. Pastinya, saat ini, kami masih melakukan penjajakan, tidak hanya dengan beberapa sektor, tetapi juga vendor,” papar Irfan.

Harapannya, cetus dia, tahun ini, pihaknya benar-benar dapat merealisasikan pengembangan branchless banking. Titik-titiknya, ucap dia, adalah daerah-daerah yang belum ter-cover oleh bank bjb. Irfan berpendapat, branchless banking menjadi opsi pengembangan jaringan karena untuk membangun jaringan kantor, dalam kondisi seperti sekarang, cukup berat. Pasalnya, pembangunan jaringan kantor membutuhkan dana yang besar. Agar rencana pengembangan branchless banking dapat terealisasi, pihaknya melakukan berbagai persiapan. Di antaranya, ungkap dia, memperkuat fondasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan juga sumber daya manusia (SDM).

Irfan meneruskan, upaya lain untuk meningkatkan kinerja bisnis pada tahun ini, pihaknya juga terus menggenjot penyaluran kredit. Proyeksinya, tahun ini, berdasarkan rencana bisnis bank (RBB), tumbuh 15-17 persen. “Khusus kredit, lebih pada pilar pertama kami, yaitu kredit consumer. Tapi, kami pun tetap meningkatkan kredit comersial. Caranya, bisa melalui sindikasi, multifinance, dan memaksimalkan APBN-APBD untuk kredit konstruksi, termasuk ekspansi kredit mikro,” urainya.

Sementara mengenai pendanaan, Irfan menyatakan, tahun ini, pihaknya berkeinginan untuk meningkatkan dana murah. Sebelumnya, sahut dia, lebih pada dana mahal, seperti deposito. Itu terjadi, jelasnya, karena pada tahun lalu, likuiditas perbankan ketat. Itu terjadi, tukasnya, karena tingkat suku bunga perbankan yang begitu kompetitif.    (ADR)

Related posts