Dongkrak Pasar, Rabani Incar Kalangan Pelajar

jabartoday.com/erwin adriansyah
jabartoday.com/erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Membidik segmen pasar yang tepat menjadi salah satu jurus jitu para pebisnis guna menaikkan kinerjanya. Rabani, salah satu produsen busana muslim ternama di tanah air, juga melakukan hal yang sama agar roda bisnisnya tetap berjalan dan mengalami pertumbuhan positif.

Berbagai strategi diusung Rabani, utamanya, dalam hal segmen pasar, yaitu mengincar sejumlah kalangan. Adalah kalangan remaja dan pelajar yang menjadi salah satu segmen pasar bidikannya. ” tandas Rikrik Riesmawan, Sales & Marketing Diretor Rabani, pada Grand Launching Komunitas Pelajar Rabani (KOMPENI) di Hotel Harris Bandung, belum lama ini.

Rikrik menyatakan, segmen remaja dan pelajar cukup berkontribusi pada kinerja penjualan. Sejauh ini, sambungnya, kontribusi segmen tersebut terhadap total penjualan sebesar 15 persen. Karenanya, jelas dia, pembentukan KOMPENI juga menjadi bagian untuk meningkatkan kinerja, selain mengajak para pelajar supaya mengisi waktu luangnya melalui berbagai aktivitas positif. “Proyeksi kami, kontribusi segmen remaja dan pelajar naik menjadi 30 persen,” cetus Rikrik.

Selain itu, lanjutnya, upaya lain meningkatkan kinerja, pihaknya berencana melakukan penambahan jaringan outlet. Tahun ini, sahutnya, jajarannya memproyeksikan jumlah outlet minimal 100 titik. “Itu tersebar di seluruh wilayah negara ini,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Operational Director Rabani, Nandang Komara, menambahkan, untuk meningkatkan kinerja bisnis, pihaknya berencana untuk memanfaatkan dan memaksimalkan pasar domestik. Itu karena, jelasnya, sebenarnya, potensi dan peluang bisnis pasar domestik masih terbuka lebar. “Tapi, belum termanfaatkan secara maksimal,” serunya,

Sebagai contoh, sebut dia, di wilayah Indonesia Bagian Timur, semisal Papua. Menurutnya, Papua merupakan pasar yang cukup potensial bagi pengembangan pasar busana muslim, satu di antaranya, kerudung. Itu karena, terangnya, masih banyak kalangan di Papua yang belum mengenakan kerudung. “Ini menunjukkan peluang pasarnya terbuka,” tutup Nandang.  (ADR)

Related posts