KAI: Dilarang Ngabuburit di Rel

  • Whatsapp
PT KAI mengimbau masyarakat untuk tidak berkegiatan di rel, karena dapat membahayakan keselamatan.

JABARTODAY.COM – BANDUNG Ngabuburit atau menurut kamus bahasa Sunda Ngalantung Ngadagoan Burit artinya berjalan jalan atau bersantai menunggu senja, menjadi suatu kebiasaan yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat kita, utamanya saat Ramadan.

Sayangnya, kegiatan yang dilakukan sambil menunggu waktu berbuka puasa banyak dilakukan di sejumlah lokasi yang bukan peruntukkannya, seperti rel kereta api, stasiun terowongan, dan jembatan kereta api. Hal ini tak hanya membahayakan keselamatan perjalanan kereta, tapi juga masyarakat yang berkegiatan di lokasi tersebut.

“Terkait banyaknya masyarakat yang ngabuburit di jalur kereta api, dan sejumlah ruang manfaat jalur kereta api, tentunya dapat saya katakan bahwa kegiatan tersebut jelas melanggar aturan yang berlaku dan sangat berbahaya, sejumlah imbauan telah disampaikan dan papan larangan pun telah kami pasang di sejumlah titik ruang manfaat jalur kereta api namun masih banyak warga masyarakat yang masih berada di lokasi terlarang tersebut,” ujar Pelaksana Harian Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Bandung M Reza Fahlepi, saat dihubungi, Selasa (20/4/2021).

Untuk itu, Reza menekankan, tidak boleh ada orang yang tak berkepentingan di lintasan kereta api karena itu sangat membahayakan. Hal ini dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian pada Pasal 181 ayat (1). Pasal itu menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Selain membahayakan, kegiatan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Pasal 199 UU 23/2007 berupa pidana penjara paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 15 juta.

Baca Juga

Reza mengimbau agar masyarakat turut membantu menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan menegur apabila ada masyarakat yang bermain atau melakukan kegiatan di jalur kereta api.

“Petugas kami senantiasa menyampaikan imbauan atas larangan berada di lokasi tersebut sesuai undang undang yang berlaku,” cetusnya.

Terlebih, diutarakan dia, pandemi Covid-19 belum berlalu, dan akan menimbulkan risiko besar bila masyarakat berkerumun. Oleh karena itu, dengan kesadaran bersama bukan hanya perjalanan kereta api yang akan terlindungi, kesehatan masyarakat pun terjaga.

“Mari kita ngabuburit di tempat yang tidak dilarang dan membahayakan, serta tetap patuhi protokol kesehatan dan jalankan 5M (memakai masker, mencuci tangan menggunakan air dan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Jadikan Ramadan kali ini jauh lebih bermakna dengan aktivitas yang bermanfaat dan menghindarkan diri dari wabah Covid-19,” pungkasnya. (*)

Related posts