Jabar Timur Jadi Titik Industri Baru Jabar

  • Whatsapp
Jawa_BaratJABARTODAY.COM – BANDUNG
Sejak beberapa dekade silam, Jawa Barat bagian barat menjadi titik perkembangan sektor industri. Sejauh ini, industri-industri Jabar mayoritas berlokasi di kawasan Bekasi, Depok, dan Karawang. Melihat kondisi itu, agar industri lebih berkembang, Jabar memerlukan kawasan baru untuk mengembangkan sektor tersebut.
 
Adalah dua kawasan timur Jabar yang disiapkan sebagai pusat pertumbuhan industri baru, yaitu Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Sumedang. “Untuk Kabupaten Cirebon, lokasinya di Kecamatan Gebang, Losari, Pabedilan, dan Ciledug. Lokasi Majalengka, yaitu Kecamatan Kertajati. Sedangkan Kabupaten Sumedang yaitu Kecamatan Ujung Jaya,” ujar Dewan Pakar Forum Ekonomi Jabar yang juga pengamat ekonomi, Ina Primiana, saat presentasi penyerahan Masterplan Pengembangan Wilayah Jabar Timur untuk Mendukung Pusat Pertumbuhan Industri di hadapan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Gedung Pakuan Bandung, belum lama ini.
 
Ina mengemukakan, adanya daerah-daerah di timur Jabar sebagai titik pengembangan kawasan industri baru tatar Pasundan itu, harapannya, laju pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut dapat naik. Estimasi kenaikannya, sebut dia, 5-7 persen pada periode 2014-2019 dan melejit 9 persen pada 2019-2023.
 
Dalam acara yang dihadiri tokoh-tokoh ekonomi Jabar, seperti Ketua Kadin Jabar Agung Sutisno, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia Jabar Dedi Widjaja, dan Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jabar Herman Muchtar itu, Ina menjelaskan kawasan-kawasan yang rencananya menjadi pusat pertumbuhan industri Jabar timur itu ditopang oleh wilayah pendukung.  Daerah penyangga dan pendukung tersebut yaitu Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Sumedang.
 
Ina mengutarakan, pengembangan industri di timur Jabar itu, orientasinya mengacu pada beberapa hal. Yakni, sebutnya, relokasi atau ekspansi industri dari wilayah barat Jabar, yaitu yang bergerak pada sektor tekstil dan produk tekstil, otomotif, atau mesin.
 
Hal lainnya, tambah Ina, yaitu potensi berkembangnya industri yang tumbuh di wikayah timur, seperti furnitur, batik, olahan, dan pertanian. Selanjutnya, imbuh Ina, pertumbuhan industri didasari oleh kedekatan sumber daya daerah, utamanya,pemanfaataan kekuatan sistem logistik dan inovasi regional. “Umpamanya, industri penerbangan, berbasisi teknologi tinggi, dan industri berbasis bahan pertambangan,” ujarnya.
 
Lalu, bagaimana dengan wilayah Jabar Selatan? Ina menjelaskan, wilayah Selatan Jabar, yang di antaranya Kabupaten Pangandaran, lebih terarah pada pengembangan pariwisata bersama Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar. Ina menuturkan, Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar berfungsi untuk sebagai daerah menyokong Kabupaten Pangandaran.
 
Menanggapi hal itu, Heryawan meresponnya secara positif. Aher, sapaan akrabnya, menyatakan, pihaknya berkeinginan kuat mengukuhkan pembangunan Jabar bagian timur Karenanya, cetus dia, pihaknya berencana untuk mengukuhkannya dalam peraturan daerah atau peraturan gubernur.
 
“Kawasan timur Jabar harus menjadi titik perekonomian yang menguntungkan  sekaligus ramah lingkungan. Kawasan industri tersebut melakukan pengolahan mulai hulu sampai hilir sehingga kesejahteraan masyarakat sekitar terdongkrak,” papar Aher. (ADR)

Related posts