Jabar Naikkan Proyeksi Investasi

foto: WEB
foto: WEB

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Hingga kini, Jabar memiliki daya tarik luar biasa bagi para investor, baik para pelaku penanaman modal dalam negeri (PMDN), maupun Penanaman Modal Asing (PMA). Menurut Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Jabar, Dadang Ma’soem, pada 2015, investasi Jabar masih menititikberatkan pola lama.

“Yaitu, pada sektor pengembangan sumber daya alam (SDA),” tandas Dadang di Kantor BPMPT atau dulu Badan Koordinasi dan Promosi Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar, Jalan Sumatera Bandung, Kamis (18/12).

Dadang mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir, terbit beberapa kebijakan yang berkenaan dengan kenaikan harga. Antara lain, sebutnya, naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Kemudian, adanya kenaikan upah minimun kota-kabupaten (UMK). Awal 2015, tarif dasar listrik (TDL) mengalami penyesuaian.

Dadang menilai adanya kenaikan-kenaikan tersebut tidak terlalu berpengaruh pada iklim investasi, khususnya, di Jabar. Salah satu indikatornya, sebut dia, beberapa waktu lalu, beredar isu tentang rencana hengkangnya sejumlah investor mancanegara, sebut saja, asal Korea Selatan (Korsel). Namun, ucap dia, isu tersebut tidak terbukti.

Berbicara tentang realisasi investasi di Jabar, Dadang mengutarakan, pada 2013-2014, Jabar memproyeksikan senilai Rp 85 triliun. Realisasinya, ungkap Dadang, mencapai 90 persen. Tahun depan, lanjut dia, meski banyak anggapan, bahwa perekonomian cukup berat, pihaknya tetap memproyeksikan pertumbuhan investasi.

“Target kami, tahun depan, investasinya Rp 100 triliun. Komposisinya sama seperti realisasi 2013-2014. Yaitu, 40 persen PMA, 20 persen PMDN. Sisanya, sebesar 40 persen, dapat bersumber pada belanja masyarakat, APBN-APBD, dan lainnya,” tutup Dadang.  (ADR)

Related posts