Tuesday , 10 December 2019
Home » Budaya » Ini Alasan Disparbud Jabar Gelar Riksa Budaya Rengkuh

Ini Alasan Disparbud Jabar Gelar Riksa Budaya Rengkuh

JABARTODAY.COM – BANDUNG Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat akan menggelar kembali Riksa Budaya Jawa Barat. Setelah sukses menggelar di Bogor dengan tagline Someah, Disparbud akan menggelar Riksa Budaya Jabar Rengkuh Galuh di Situs Astana Gede Kawali, Ciamis, Rabu (12/11).

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Febiyani mengatakan, tidak jauh berbeda dengan gelaran di Bogor, yang membedakan adalah tema yang diusung. Rengkuh, menurut Febiyani, merupakan salah satu sikap masyarakat Tatar Pasundan untuk menghormati orang lebih tua maupun menghargai sesama, sesuai dengan pribadi yang santun.

“Secara umum sama. Perbedaannya adalah Rengkuh disini adalah perilaku atau ciri sikap masyarakat Jawa Barat yang merupakan bagian dari Someah juga. Bagaimana kita menghormati orang yang lebih tua, menghargai sesama. Pribadi masyarakat Jawa Barat adalah santun. Ini yang harus digali ditengah era globalisasi dan teknologi. Generasi muda ketika lewat di depan orang banyak, misalnya di depan orang tua, gimana posisinya?” ujar Febiyani, di  Bandung, Selasa (19/11).

Dia menerangkan, Jepang yang notabene adalah negara maju, hingga saat ini masih bisa mempertahankan dan menjaga nilai-nilai budaya, serta kearifan lokal. Berbeda dengan kondisi saat ini di Indonesia, khususnya Jawa Barat, yang nilai kearifan lokal maupun budaya sudah mulai luntur di kalangan generasi muda.

Disisi lain, Febiyani menerangkan, dipilihnya Ciamis sebagai tempat gelaran Riksa Budaya Jabar Rengkuh Galuh. Menurutnya, Ciamis memiliki sejarah dan sebagai pusat budaya masyarakat Jabar.

“Kita mengadakan di Situs Astana Gede Kawali. Sebuah situs yang memiliki nilai historis tinggi, juga peranan sejarah tinggi bagi masyarakat Jawa Barat,” ungkapnya.

Dalam gelaran nanti, tutur Febiyani, Disparbud akan menggandeng seniman lokal, khususnya Godi Suwarna. Godi Suwarna merupakan seniman asal Jabar yang sudah malang melintang di mancanegara, membawa seni dan budaya wilayah ini.

“Penampilan besok adalah hasil dari workshop yang sudah dilakukan sebelumnya oleh Kang Godi beserta teman-teman seniman lokal disana dengan arahan Aat Suratin. Ini akan menampilkan hasil workshop, yang diikuti siswa SD, SMP dan SMK se kab. Ciamis. Koloborasi seni tari, musik, puisi, teater. Itu bisa kita saksikan besok,” bebernya.

Riksa Budaya merupakan platform gerakan kebudayaan, yang bertujuan menguatkan nilai-nilai budaya yang tercermin dalam perilaku masyarakat Jabar. (*)

Baca Juga:  Jambore Kompempar untuk Tingkatkan Daya Dorong Pariwisata