IKA UPI Serahkan Polis Asuransi Pendidikan Bagi Putra-Puteri Alm. Tatang Wiganda

Wakl Ketua Umum IKA UPI, Prof. Dr. Aim Abdulkarim, M.Pd. menyerahkan polis santunan asuransi pendidikan dan dana santunan kepada Sarah Fatimah, istri almarhum Tatang Wiganda, Senin (26/9/2016) (Jabartoday.com)
Wakl Ketua Umum IKA UPI, Prof. Dr. Aim Abdulkarim, M.Pd. menyerahkan polis santunan asuransi pendidikan dan dana santunan kepada Sarah Fatimah, istri almarhum Tatang Wiganda, Senin (26/9/2016) (Jabartoday.com)
JABARTODAY.COM-BANDUNG. Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia menyerahkan Polis Asuransi Pendidikan kepada dua putera (i) almarhum Tatang Wiganda, alumni UPI yang juga guru SMA Yayasan Atikan Sunda (YAS) Bandung, Senin (26/9/2016). Penyerahan polis dilakukan Wakil Ketua Umum IKA UPI yang juga Wakil Rektor UPI Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Prof. Dr. Aim Abdulkarim, M.Pd. kepada istri almarhum, Sarah Fatimah.

“Ini diberikan sebagai wujud kepedulian kami, para alumni terhadap nasib yang menimpa Saudara Kita, Kang Tatang dna keluarga. Kami berharap bantuan polis dan dana santunan yang kami berikan bisa turut meringankan beban keluarga almarhum serta ada jaminan kedua puteranya bisa melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi,” ujar Prof. Aim.

Aim mengungkapkan Tatang adalah salah seorang alumni terbaik UPI yang mengabdi secara totalitas sebagai guru honorer selama lebih dari 12 tahun. Hingga akhir hayatnya beliau tetap sebagai guru honorer.

“Almarhum adalah guru yang bekerja tanpa pamrih, memberikan dedikasi sepenuhnya pada dunia pendidikan, mendidik putera-putera anak bangsa. Karena itu, keadilan hukum harus hadir dengan mengusut tuntas kasus di balik meninggalnya beliau,” tuturnya.

IKA UPI sendiri, tegas Aim, akan terus memantau perkembangan pendidikan anak-anaknya dan mengawal kasus meninggalnya hingga tuntas di pengadilan.

“Apara penegak hukum harus menguak secara adil kasus ini dan memberikan keadilan yang seadil-adilnya bagi keluarga almarhum. Sehingga, di masa datang tidak ada lagi kasus pelecehan dan penghinaan yang berusaha merendahkan martabat profesi guru,” tegasnya.

Sementara itu, penggagas Gerakan Solidaritas terhadap Guru Tatang, yang juga Wakil Sekjen IKA UPI, Fahrus Zaman Fadhly mengungkapkan pemberian polis asuransi dan dana santunan ini merupakan panggilan sekaligus momentum yang baik untuk membangun solidaritas di kalangan guru yang jumlahnya jutaan di seluruh tanah air.

“Guru adalah aset sekaligus pilar bangsa. Bila martabat guru dilecehkan dan dihina, kami akan bangkit membelanya. Bangsa ini tidak akan bermakna apa-apa tanpa kehadiran guru. Karena itu, hentikan segala bentuk intimidasi, teror dan sejenisnya yang cenderung melecehkan martabat guru,” ujar Fahrus.

Ia menegaskan, IKA UPI akan terus mendesak aparat penegak hukum agar usai perhelatan PON, kasus ini bisa menguak pelaku dan motif pembunuhan terencana tersebut.

Sarah Fatimah, istri almarhum Tatang, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian IKA UPI terhadap nasib yang menimpa keluarganya.

“Semoga Allah swt memberikan balasan atas semua kebaikan yang diberikan. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada IKA UPI atas perhatian dan bantuan yang diberikan sehingga kami merasa ada jaminan anak-anak kami dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi seperti harapan ayahnya,” ujar Sarah. []

Related posts