Pelaku Pengeroyokan Anggota Kopassus Disidang

Terdakwa penusukan anggota Kopassus dibawa ke ruang sidang, Senin (26/9).
Terdakwa penusukan anggota Kopassus dibawa ke ruang sidang, Senin (26/9).

JABARTODAY.COM – BANDUNG Pelaku penganiayaan anggota Korps Pasukan Khusus (Kopassus), Prajurit Satu Galang, yakni Marsel Gerald Akbar, menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan, di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (26/9). Terdakwa Marsel merupakan satu dari sekitar 20 orang pelaku pengeroyokan yang berujung dengan penusukan Pratu Galang.

Dalam perkara ini, Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Bandung Yudi turun langsung. Irfan menuturkan kronologis insiden yang terjadi pada Minggu (5/6) pukul 02.40, di Jalan Sudirman oleh sekelompok orang yang merupakan anggota geng bermotor inisial B.

“Terdakwa Marsel bersama Ridwan, Eki, Eri (masing-masing berkas terpisah), serta Rius, Arjun, Cempreng, Gelung, Endog, Gepeng, Kentung (DPO), dan anggota lainnya dengan total sekitar 20 orang tengah mencari anggota kelompok G dengan cara berkonvoi menggunakan sepeda motor,” kata Yudi, dalam pembacaan dakwaannya di hadapan majelis hakim yang diketuai Kartim Haeruddin, di Ruang VI PN Bandung.

Yudi meneruskan, di bundaran Jalan Sudirman, perbatasan Kota Bandung dan Kota Cimahi, mereka disalip korban dan hampir menyerempet salah satu kendaraan kelompoknya. Merasa diserang, korban dikejar dan dipepet yang kemudian dihentikan terdakwa Marsel. Namun, korban lakukan perlawanan yang berujung dengan pengeroyokan.

Kemudian Marsel berkali – kali melayangkan pukulan ke arah dada dan muka korban dengan tangan kosong bersama beberapa pelaku lainnya, dan menusukkan senjata tajam hingga korban mengalami luka parah sebelum meregang nyawa. “Eri (terdakwa lain) menusuk dua kali pada punggung korban. Eki menusuk ke bagian perut. Gepeng, Cempreng, Kentung, Gelung, serta pelaku lainnya memukul menendang dan menusukkan senjata tajam kepada korban,” tutur Yudi.

Usai korban terjatuh tak berdaya, para pelaku meninggalkannya begitu saja. Akibat perbuatan tersebut, Galang mengalami empat luka robek di sekitar punggung dan luka lecet serta lebam di daerah dahi dan pelipis. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Dustira Cimahi, korban tidak terselamatkan nyawanya.

Akibat perbuatannya itu, jaksa mendakwa Marsel dengan Pasal 170 ayat (2) dan (3) KUHP tentang Pengeroyokan, yang ancaman hukuman maksimalnya 12 tahun penjara. (dva)

Related posts