Idul Fitri, Tiket KA Tambahan Sudah Bisa Dipesan

Argo ParahyanganJABARTODAY.COM – BANDUNG — kendati Idul Fitri 2016 masih sekitar 3 bulan lagi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan persiapan sejak dini. Untuk memberi kenyamanan sekaligus menciptakan kelancaran serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya kenaikan volume penumpang saat arus mudik dan balik Idul Fitri, lembaga BUMN bidang transportasi itu menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya, melakukan penambahan kereta api (KA).

“Benar. Ada penambahan kereta dalam angkutan mudik Idul Fitri tahun ini. Itu merupakan upaya kami untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kenaikan volume penumpang,” tandas Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Zunerfin, Sabtu (30/4).

Zun, sapaan akrabnya, mengemukakan, dalam angkutan Idul Fitri 2016, PT KAI menambah KA perjalanan sebanyak ribuan kursi setiap harinya. Jumlah penambahan kursi, ungkap dia, mencapai 22.360 tempat duduk setiap harinya.

Menurutnya, walau Idul Fitri 2016 masih cukup lama, pihaknya membuka pemesanan dan penjualan tiket KA tambahan. Mulai Sabtu (30/4), masyarakat dapat memesan dan membeli tiket KA tambahan tersebut.

Sebenarnya, ungkap Zun, pihaknya membuka pembelian dan pemesanan tike Idul Fitri 2016 sejak 28 Maret 2016. Hingga kini, rata-rata okupansi KA, khususnya arah timur, mencapai 90 persen. Namun, katanya, untuk tiket KA ekoni jarak jauh arah timur, yang bertolak dari Stasium Kiaracondong Bandung, keberangkatan H-10 sampai H+2 habis terjual.

Pada sisi lain, Zun mengingatkan masyarakat supaya berhati-hati terhadap kemungkinan adanya tiket palsu. Ditegaskan, channel-channel atau outlet penjualan, hanya menerbitkan kode booking tempat duduk atau nerupa struk.

Soal tarif, Zun menjekaskan, untuk KA ekoni jarak jauh, karena merupakan angkutan massal ber-PSO (Public Service Obligation) alias subsidi, penetapan tarif berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhubp Nomor 35/2016, Sedangkan KA komersial, pemetapan tarifnya, terang Zun, acuannya adalah tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB). (ADR)

Related posts