Husein Akan Jadi Bandara Pesawat Pribadi

Bandara Husein SastranegaraJABARTODAY.COM – BANDUNG
Sebagai salah satu daerah tujuan, sudah saatnya Jawa Barat memiliki sarana infrastruktur yang memadai, utamanya, dalam bidang transportasi udara. Pasalnya, saat ini, Jabar hanya memiliki satu bandara, Husein Sastranegara, yang secara kapasitas, tidak lagi memadai, untuk menampung makin meningkatnya volume penumpang.
 
Karenanya, PT Angkasa Pura II (Persero), Senin (29/9/2014), secara resmi melakukan ground breaking perluasan Terminal Bandara Husein Sastranegara. Rencananya, pembangunan yang menghabiskan dana investasi Rp 139 miliar tersebut, tuntas tahun depan.
 
Lalu, bagaimana nasib Bandara Husein Sastranegara apabila Bandara Internasional Jawa Barat beroperasi pada beberapa tahun mendatang? Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengakui bahwa saat ini, perlu adanya pengembangan bandara karena volume penumpang yang terus meningkat. “Harus ada pengembangan untuk menopang aeropolis Jabar. Pengembangan Terminal Bandara Husesin Sastranegara menjadi salah satu upayanya,” tukas Dedi, usai Ground Breaking Bandara Husein Sastranegara Bandung.
 
Menurutnya, pengembangan Husein Sastranegara, yang pada tahun depan, dapat menampung 3,5 juta penumpang per tahunnya, menjadi langkah antisipasi. Maksudnya, jelas dia, jangan sampai, saat BIJB beroperasi 2017, penumpang jalur udara ke Jabar terhenti karena Kertajati mampu menampun pesawat berbadan besar, sedangkan Husein belum mampu. “Bandara Husein ini menjadi replacement Kertajati,” cetusnya.
 
Seandainya BIJB resmi beroperasi, Bandara Husein, kemungkinan besar berubah fungsi. Untuk penerbangan komersil dari dan ke Jabar, ungkap dia, seluruhnya berlangsung di BIJB Kertajati. “Sementara pemanfaatan Bandara Husein Sastranegara adalah bagi pesawat-pesawat yang sifatnya private jet, bukan komersil,” jelas dia.
 
Karenanya, tegas dia, pihaknya segera melakukan pembicaraan dengan pemerintah pusat, dalam hal ini, Kementerian Perhubungan untuk berkoordinasi mengenai pemanfaatan Bandara Husein Sastranegara pasca BIJB Kertajati beroperasi. “Salah satu menjadi komersil. Kemungkinan besar, itu terjadi di Kertajati,” ucapnya.
 
Berbicara tentang progres pembangunan BIJB Kertajati, Dedi menegaskan, sejauh ini, terus berlangsung. Satu di antaranya, sahutnya, dalam hal pembebasan lahan. Sejauh ini, pihaknya membebaskan 777,7 hektare lahan untuk kebutuhan pembangunan fase I tahap pertama, yang membutuhkan 930 hektare.
 
“Harapannya, tahun ini, kami tuntas membebaskan lahan seluas 182 hektare. Jadi, apabila pembebasan lahan seluas 182 hektare itu tuntas, berarti, syarat untuk melangsungkan pembangunan fase I tahap pertama BIJB terpenuhi,” paparnya,
 
Soal pengelolaannya, Dedi menyatakan, PT Angkasa Pura II menyatakan siap menjadi pengelola BIJB. “Sistemnya bekerjasama dengan perusahaan daerah (BUMD),” tandas Dedi. (ADR)

Related posts