Herdi Meregang Nyawa Usai Pawai Persib

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Para penggemar Persib benar-benar bersuka cita tatkala The Blue Prince sukses merebut prediket kampiun Indonesia Super League (ISL) 2015 usai menjegal Persipura 6-5 pada laga final di Stadion Jakabaring Palembang, belum lama ini, sekaligus mengakhiri penantian 19 tahun.

Kesuksesan itu disambut begitu antusias para bobotoh. Mereka larut dalam pawai penyambutan armada asuhan Djajang Nurjaman itu pada Minggu (9/11). Namun, rasa suka cita itu tidak lagi dirasakan Herdi alias Ebah. Pasalnya, Herdi harus meregang nyawa akibat aksi pengeroyokan geng sepeda motor usai mengikuti pawai kemenangan tim berkostum biru tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung, Kombes Mashudi, mengemukakan, Herdi, yang sempat menjalani perawatan intensif Rumah Sakit Al Islam, Jalan Soekarnohatta Bandung, tewas setelah menjadi korban pengeroyokan belasan anggota geng motor. Aksi pengeroyokan itu pun menyebabkan satu orang luka parah, Sambas Tiar. “Kejadiannya di daerah Cipamokolan,” tandas Mashudi, Kamis (13/11).

Mantan Kapolresta Cirebon dan Kapolres Indramayu itu meneruskan, aksi kekerasan itu terjadi di Jalan Kali Cipamokolan, Kecamatan Rancasari. Usai arak-arakan Persib, bersama beberapa temannya, korban menaiki mobil pick up. Saat melintasi jalan tersebut, ucap Mashudi, rombongan diserang sekelompok orang bersenjatakan kayu, bambu, dan batok kelapa.

Perwira menengah tersebut melanjutkan, kuat dugaan, para pelaku, yang berjumlah sekitar 15 orang, 12 di antaranya tertangkap, sisanya, masih buron, merupakan anggota gerombolan sepeda motor.  Korban pun, kata Mashudi, dugaannya, anggota gerombolan sepeda motor, tetapi berbeda dengan para pelaku pengeroyokan. Melihat kondisi itu, Mashudi memperkirakan, motif penyerangan adalah dendam pribadi. “Tapi, kami masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut,” tukasnya.

Dilanjutkan, setelah mendapat laporan keluarga korban, yang mengetahuinya setelah menjalani perawatan RS Al Islam, pihaknya bergerak cepat. Dalam waktu 11 jam, jajarannya sukses meringkus 12 orang tersangka pelaku. Ke-12 orang tersebut, yaitu Pr (20), Vi (18), Riz (20), Ang (18), Rn (19), Im (18), Y (19), Fer (19), dan AF (23).

Sebagai barang bukti, Polrestabes menyita bendera yang terikat pada bambu, satu batok kelapa, dua buah batu bata merah, satu sepeda motor Yamaha Jupiter. “Kami masih mencari 3 buah balok kayu untuk memukuli korban. Atas perbuatannya para tersangka terjerat Pasal 170 ayat (2) ke 1e, 2e, 3e KUHP tentang Penganiayaan. Ancaman ancaman hukumannya melebihi 5 tahun penjara. (ADR)

Related posts