Harga Premium Turun, Konsumsi Naik

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Beberapa waktu lalu, pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menurunkan harga jual 2 jenis bahan bakar minyak (BBM) subsidi, yaitu premium dan solar. Begitu pula dengan harga jual beberapa jenis BBM non-subsidi, semisal Pertalite, Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamnina Disel Extra (DEx), juga turun. Kondisi itu terjadi seiring dengan turunnya harga minyak dunia yang saat ini, sekitar 40-50 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.

Harga jual premium, khusus wilayah Jawa Bagian Barat, yang semula Rp 7.400 per liter menjadi Rp 7.050 per liter. Kemudian, solar subsidi, yang sebelumnya Rp 6.700 per liter, kini menjadi Rp 5.650 per liter. Sementara harga jual pertalite, yang sebelumnya Rp 8.250 per liter, menjadi Rp 7.900 per liter. Kemudian, Pertamax dan Pertamax Plus, masing-masing turun Rp 150 per liter atau menjadi Rp 8.500 per liter serta Rp 9.400 per liter. Sedangkan Pertamina DEx, turun Rp 150 per liter atau menjadi Rp 9.600 per liter.

Yudi Nugraha, Area Manajer Communication and Relations Jawa Bagian Barat PT Pertamina (Persero), mengemukakan, di wilayah kerjanya, pasca adanya penyesuaian harga yang berlaku nasional itu, konsumsi BBM meningkat. Disebutkan, konsumsi premium naik 3 persen menjadi 21 ribu kilo liter (KL). “Sama halnya dengan solar, yang naik tipis, yaitu hampir 1 persen atau menjadi 8.650 KL,” tandas Yudi dalam keterangan persnya, Kamis (7/1).

Adanya peningkatan tersebut, Yudi menegaskan, pihaknya melakukan berbagai antisipasi. Di antaranya, menjaga pasokan premium, solar, termasuk BBM non-subsidi sehingga tidak terjadi kekosongan pada setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Di wilayahnya, ungkap dia, untuk premium, pasokannya terjaga selama 12 hari dan solar mencapai 32 hari.

Berbicara soal BBM non-subsidi, Yudi mengutarakan, di area kerjanya, naik signifikan. Sebagai contoh, tuturnya, Pertalite, yang tersedia pada 832 outlet, terdiri atas 181 outlet di Jakarta, 493 outlet di Jabar, dan 158 outlet di Banten, konsumsinya naik 28 persen. Sama halnya dengan Pertamax, yang permintaannya meningkat 37 persen. (ADR)

Related posts