Harga BBM Fluktuatif, Pebisnis Minta Kompensasi

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Beberapa waktu lalu, pemerintah menerbitkan kebijakan berkaitan dengan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Kebijakan tersebut berisi tentang adanya evaluasi dan penyesuaian harga jual dua BBM tersebut setiap dua pekan mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Bagi para pebisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), kondisi itu menimbulkan reaksi.

Reaksinya, mereka merasa rugi. Solar yang mengikut harga minyak dunia. Karenanya, kalangan pengusaha SPBU menuntut kompensasi berkaitan dengan kebijakan pengevaluasian dan penyesuaian harga BBM jenis premium dan solar secara berkala tersebut.

Ketua DPD III Himpunan Swasta Nasional Hiswana Minyak dan Gas (Hiswana Migas), Juan Tarigan, pada dasarnya, jajarannya senantiasa mendukung kebijakan pemerintah. Terlebih, tegas dia, kebijakan tersebut bertujuan bagi kepentingan publik. “Selama tidak merugikan masyarakat, termasuk pengusaha, kami dukung,” tandasnya, Selasa (13/1).

Juan mengaku memahami bahwa tebitnya kebijakan tersebut supaya masyarakat terbiasa oleh fluktuasi harga. Akan tetapi, bagi kalangan pebisnis SPBU, hal itu memberatkan. “Potensi kerugian ada. Itu terjadi apabila saat melakukan DO (delivery order) atau pemesanan, harga jual premium dan solar, katakanlah, Rp 1.000 per liter. Tapi, kalau beberapa jam setelah DO, harga jualnya turun, bagaimana?” paparnya.

Ketika menurunkan premium dan solar pada 1 Januari 2015, pemerintah tidak meminta pendapat kalangan pengusaha. Saat itu, ungkapnya, tidak sedikit pebisnis SPBU menyiapkan stok banyak. “Yang terjadi, harga turun. Itu membuat kami, kalangan pengusaha rugi karena margin merosot besar. Jika terus merugi, tentunya, bisa berefek lebih luas. Kami bisa tutup dan melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja),” sahutnya.

Walau demikian, Juan menyatakan bahwa pihaknya masih mempercayai pemerintah. Dia menilai melalui PT Pertamina, pemerintah dapat membuat sebuah pola yang bersifat win win solution. Artinya, jelas dia, tidak memberatkan masyarakat sekaligus tidak merugikan pelaku usaha. Apalagi, katanya, pengusaha SPBU punya tanggung jawab cukup besar, yaitu menjaga stabilitas dan keandalan pasokan BBM. (ADR)

Related posts