Habiskan Dana Besar, Munas HIPMI Ricuh

MUNAS HIPMI XVJABARTODAY.COM – BANDUNG
Perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) XV Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang bergulir di Trans Hotel Luxury dan dibuka Presiden Republik Indonesia (RI) ke-7, Joko Widodo, betlangsung memprihatinkan. Pasalnya, acara yang salah satu agendanya memilih Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI periode tiga tahun mendatang, berlangsung ricuh.

Kabar tentang kericuhan itu mendapat berbagai tanggapan dan reaksi sejumlah kalangan. Apalagi, acara itu menghabiskan dana yang tidak sedikit. Informasinya, mencapai miliaran rupiah.

Kabarnya, kericuhan itu terjadi saat berlangsungnya Sidang Pleno ke-3, yaitu saat pembahasan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Satu di antaranya mengenai syarat pencalonan Ketua Umum BPP HIPMI.

Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Soetisno, tidak membantah bahwa saat Munas XV HIPMI berlangsung, suasana panas. Menurutnya, situasi itu menjadi pemicu kericuhan. Kondisi itu menyebabkan MunasXV HIPMI terhenti. Agung mengaku prihatin atas hal itu. “Ini memprihatinkan dan bisa menimbulkan preseden negatif bagi HIPMI. Terlebih biaya penyelenggaraan yang mahal,” tandas Agung, Rabu (13/1).

Berkaitan dengan kericuhan itu, Agung mengkritisi panitia. Dia berpendapat, seharusnya, panitia menyiapkan langkah-langkah preventif. Misalnya, mengatur waktu jeda istirahat.

Dia berpandangan, perkiraannya, panitia sulit mengendalikan kondisi. Itu karena, kata Agung, dinamika Munas XV HIPMI yang begitu tinggi.

Untuk itu, Agung menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh berkenaan dengan Munas XV HIPMI. Itu supaya, terangnya, pada masa mendatang, tidak terjadi lagi peristiwa yang sama. “Kami pun meminta seluruh anggota HIPMI supaya dapat tetap menjaga kebersamaannya,” tutup Agung.

Sementara itu, mengenai nilai biaya untuk perhelatan Munas XV HIPMI, Ketua Umum BPP HIPMI Demisioner, Raja Sapta Oktohari, mengutarakan, ajang tiga tahunan itu menghabiskan dana yang tidak sedikit. Menurutnya, angkanya memang mencapai miliaran rupiah. “Tidak melebihi Rp 2 miliar,” sebutnya di Board Room 2 Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto Bandung. (ADR)

Related posts